Penangkapan Teroris

Headline Koran Tribun Jabar: Terduga Teroris Antapani Akui Bulan Agustus Tepat untuk Meledakkan Bom

Menyusul penangkapan Y, Densus yang bergerak ke Kiaracondong kemudian menangkap. . .

Tribun Jabar/Yongky Yulius
Suasana tempat penggerebkan terduga teroris di Kampung Jajaway Timur RT 7 RW 18, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Selasa (15/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Wisnu Saputra

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror meringkus lima terduga teroris yang diduga akan meledakkan bom kimia di Istana Negara dan Mako Brimob di Bandung dan Jakarta.

Kelima orang yang diduga termasuk dalam jaringan Jamaah Ansharu Daulah (JAD) ini ditangkap di kamar kontrakan mereka di Kecamatan Antapani dan Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa (15/8/2017) pagi.

Dua dari mereka suami-istri.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap Y, alias YF, alias ANS, di kamar kontrakannya di Jalan Jajaway, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani.

Pemuda kelahiran Desa Nagari Kacang, Kecamatan Kali Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, 1 Juli 1998, itu diketahui baru lima hari mengontrak di Antapani.

Menyusul penangkapan Y, Densus yang bergerak ke Kiaracondong kemudian menangkap AK (24) dan suaminya, AR (20), di kamar kontrakan mereka.

Tempat Y dan tempat pasangan suami-istri ini mengontrak bisa ditempuh dalam beberapa menit.

AK diketahui berasal dari Klaten, sedangkan suaminya dari Sumenep.

"Suami-istri ini pernah dideportasi kembali ke Indonesia dari Hong Kong karena ketahuan mengajarkan aliran radikal di sana, tiga tahun lalu," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, kepada Tribun saat melakukan olah tempat kejadian perkara di kamar kontrakan berukuran 2x4 meter yang dihuni Y, yang disinyalir juga menjadi tempat perakitan bom.

Dua terduga lainnya yang juga ditangkap di Kiaracondong, kata Yusri, adalah pria asal Kediri bernama SH (30) dan pria asal Kota Bandung, R alias I (28).

"Y dan R ini adalah penyumbang dana sekaligus pembuat bom," ujar Yusri.
Kabid Humas mengatakan, penangkapan kelima terduga teroris dilakukan berurutan sekira pukul 07.30 hingga pukul 09.30.

"Mereka adalah kelompok JAD yang juga bernaung ke Bahrun Naim Jaringan ISIS internasional. Mereka belajar bagaimana merakit bom dari blog dan aplikasi telegram Bahrun Naim. Kelimanya juga ada kaitan dengan 'bom Buahbatu' kemarin," ujar Yusri.

Menurut Yusri, kelima terduga teroris tersebut tengah meracik bom jenis baru berupa bom kimia yang rencananya akan diledakkan ada akhir Agustus. "Jadi, targetnya bukan pas tanggal 17 Agustus," ujarnya.

"Menurut mereka, bulan Agustus adalah waktu yang bagus untuk meledakkan bom."

Penulis: Ragil Wisnu Saputra
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved