Senin, 1 Juni 2026

Selama Tujuh Bulan, Arju Dzilchag Hanya Bisa Tidur Miring, Ini Sebabnya

Lantaran kelainan itu, pemuda yang tinggal di Krajan Kulon, RT03/RW04 itu, tidak bisa lagi bersekolah.

Tayang:
Kompas.com
Muhamad Arju Dzilchag 

TRIBUNJABAR.CO.ID- Sungguh malang nasib Muhamad Arju Dzilchag. Sejak tujuh bulan yang lalu, remaja 14 tahun itu hanya bisa tidur miring.

Perutnya pun kian membesar setiap hari sementara badannya semakin kurus.

Kabarnya, Arju Dzilchag, yang sudah kelas IX SMPN 1 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, akan mengalami sesak napas bila tidur terlentang.

Menurut diagnosis dokter, Arju Dzilchag mengalami kelainan pada fungsi hatinya.

Baca: Jaringan Teroris JAD Bandung Sebut Agustus Bulan Sakral, Tepat untuk Lakukan Aksi

Lantaran kelainan itu, pemuda yang tinggal di Krajan Kulon, RT03/RW04 itu, tidak bisa lagi bersekolah.

Ia juga tidak bisa melakukan beragam aktivitas yang biasa ia lakukan sendiri, termasuk buang besar dan mandi.


Menurut Fuadi, gejala pembesaran perut anaknya mulai terlihat sejak tujuh bulan lalu.

Anaknya merasakan tubuhnya lemas dan susah untuk makan, hingga kemudian perutnya membesar.

“Namun sekarang ini, anak saya hanya bisa tiduran di kamar tidur tidak kuat untuk berdiri apalagi berjalan,” kata Fuadi, Senin (14/8), dilaporkan Kompas.com.

Sang bapak juga bilang bahwa berdasarkan diagnosis dokter anaknya terkena hepatoblastoma atau kelainan pada fungsi hati.

Jika ingin pulih seperti sedia kala, Arju harus mendapatkan donor hati, dan biayanya tidak murah.

Fuadi sendiri memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya dengan bekerja sebagai tukang tambal ban.

Meski demikian, bukan berarti Arju tidak pernah dibawa berobat ke rumah sakit.

“Setiap Selasa kami harus mengambil obat ke RS Tugu Semarang,” kata Musta’anah, ibu Arju Dzilchag, sambil menangis.

Di tempat lain, Kepala Dinas Kesehatan Kendal Sri Mulyani mengatakan bahwa pihaknya sudah menjenguk Arju di rumahnya.


Ia bilang, Arju Dzilchag harus dirawat intensif di rumah sakit.

“Saya sudah menganjurkan supaya Arju dibawa ke RSU Kariadi Semarang. Karena dia punya Kartu Indonesia Sehat (KIS), sehingga semua biaya gratis,” kata Sri.

Sri juga menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan rujukan bila Arju sudah siap untuk dirawat di RS Kariadi, Kendal.

“Kata orangtuanya, mereka masih pikir-pikir dulu. Sebab bila dirawat di Kariadi Semarang, harus ada yang menjaga. Sedang di rumah, Arju Dzilchag, masih punya adik kecil dan ayahnya harus bekerja,” ujarnya.

Sumber: Intisari
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved