Misteri Suara Senapan di Bukit Bedil, Terdengar Menggema dari Pagi, Siang Hingga Malam

Namun nama bedil yang disematkan pada bukit tersebut bukan hanya karena sekilas mirip atau berbentuk bedil.

Misteri Suara Senapan di Bukit Bedil, Terdengar Menggema dari Pagi, Siang Hingga Malam
SRiWIJAYA POST/EVAN HENDRA
Bukit Bedil di OKU Timur. 

"Mereka bermukim di puncak bukit itu, mereka hanya turun sesekali untuk mengambil air di pemukiman warga. Di atas bukit itu tidak ada mata air yang dekat. Jadi mereka turun ke pemukiman warga kemudian mereka naik lagi ke atas bukit setelah mendapatkan apa yang mereka cari," katanya.

Dikatakan Akrom, tidak ada warga maupun tetua desa yang mengetahui tujuan penumpang helikopter tersebut mendirikan tenda dan bermalam hingga lebih dari tiga bulan di puncak Bukit Bedil itu.


Selain karena penumpang helikopter tersebut menggunakan bahasa Inggris yang tidak bisa dimengerti.

"Waktu itu ada satu orang warga desa yang bisa berkomunikasi dengan mereka karena memang dia kuliah di Jogja. Namun saat ini dia sudah meninggal. Dia juga tidak bercerita banyak tentang tujuan orang-orang itu mendirikan tenda di atas bukit bedil itu," katanya.

Sebelum tahun 1972 kata dia, masyarakat sekitar sudah tidak heran lagi menyaksikan ada helikopter turun di puncak Bukit Bedil dan bermalam disana.

Tetua desa kata dia, bercerita kalau sebelumnya hampir setiap tahun helikopter turun di puncak Bukit Bedil itu.

"Kalau orang-orang tua sudah tidak heran lagi ada helikopter dan turun di puncak Bukit Bedil. Mereka sudah terbiasa menyaksikannya. Mereka juga tidak ambil pusing tentang apa yang dilakukan mereka karena mereka memang tidak mengganggu warga desa. Mereka hanya turun untuk mengambil air saja kemudian naik lagi ke puncak bukit," kata dia.

"Kalau kami terakhir menyaksikan ada helikopter turun di puncak bukit itu ketika masih berumur sekitar 12 tahunan yakni sekitar tahun 1972. Sejak itu sudah tidak ada lagi yang turun di sana hingga saat ini," katanya dibenarkan oleh beberapa rekannya Tarmizi, Arbia dan Lukman. (sriwijaya post/evan hendra)

Editor: Ravianto
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved