Kuliner Bandung

Mie Naripan, Sajian Mie Legendaris di Bandung

Satu di antara kuliner Bandung yang termasuk legendaris di Bandung adalah Mie Naripan. Kedai Mie Naripan berlokasi di Jalan Naripan No 108, Bandung.

TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN
Menu yang ditawarkan di Kedai Mie Naripan berupa mie yamin. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Kuliner Bandung memang memiliki magnet tersendiri, apalagi bagi pemburu makanan enak dari berbagai daerah.

Nah, satu di antara kuliner Bandung yang termasuk legendaris di Bandung adalah Mie Naripan.

Kedai Mie Naripan berlokasi di Jalan Naripan No 108, Kota Bandung.

Lokasi tepatnya berada di persimpangan antara Jalan Naripan dan Jalan Sunda.

Tampilan depan Kedai Mie Naripan yang masih tampak jadul.
Tampilan depan Kedai Mie Naripan yang masih tampak jadul. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Kedainya tidak terlalu luas, namun memiliki halaman parkir yang memadai.

Bangunannya pun tidak pernah berubah dari tahun ke tahun.

Hanya warna kedai itu kadang berubah, kadang putih kadang juga biru.

Tampilan depan bangunannya seperti rumah tua, tetapi di dalam ruangannya cukup luas.

Tampilan depan Kedai Mie Naripan yang masih tampak jadul.
Tampilan depan Kedai Mie Naripan yang masih tampak jadul. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Dari awal berdirinya, kedai ini hanya memiliki ukuran bangunan 25 meter persegi.

Namun, karena pengunjung yang ingin menikmati mie ini semakin banyak, pemilik kedai ini memperluasnya hingga berukuran 100 meter persegi.

Bahkan, kapasitas tempat duduknya juga ditambah mencapai 90 orang.

Di bagian depan ruangannya, terdapat open kitchen, sehingga pengunjung bisa melihat langsung kokinya memasak.

Open kitchen di bagian depan ruangan Kedai Mie Naripan.
Open kitchen di bagian depan ruangan Kedai Mie Naripan. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Nah, interiornya ala-ala restoran China kuno yang terlihat bersih dan tidak sumpek.

Restoran ini secara garis besar dibagi jadi 3 bagian.

Pertama, bagian depan sebelah kanan, terdapat open kitchen, meja kasir dan meja untuk makan.

Kedua, di bagian kiri bangunan yang terpisah oleh tembok, terdapat tempat makan lainnya.

Dan yang ketiga ada bagian dapur di belakang.

Selain itu, di dalamnya Anda akan menjumpai kalender-kalender harian ala orang Tionghoa yang digantung di dinding Mie Naripan.

Suasana di dalam Kedai Mie Naripan yang dipadati pengunjung.
Suasana di dalam Kedai Mie Naripan yang dipadati pengunjung. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Menu favorit di kedai ini adalah mie yamin dan mie kuah naripan.

Untuk mie yamin di sini tersedia yamin asin dan yamin manis.

Kombinasinya bisa yamin plus baso, pangsit, babat atau yamin spesial yang mencampur semuanya.

Sedangkan mie kuahnya, kuah yang disajikan tidak terlalu kental bumbu, bahkan terkesan hambar.

Justru karena “kehambarannya”, yang konon membuat lidah para pengunjungnya lebih penasaran dengan mie yang satu ini.

Kuahnya akan semakin terasa ketika dicampur dengan mie, sedikit saos dan sambal.

Mie nya sendiri cukup spesial, karena buatan sendiri, kenyal namun tetap mudah dikunyah.

Menu yang ditawarkan di Kedai Mie Naripan berupa mie yamin.
Menu yang ditawarkan di Kedai Mie Naripan berupa mie yamin. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Satu porsi di sini terkenal banyak, jika tidak kuat sebaiknya tidak tambah lagi agar tidak kekenyangan.

Mie Naripan bukanlah kuliner baru di Bandung.

Keberadaannya sudah menyita selera pencinta makanan sejak tahun 1965.

Yang membuatnya bisa bertahan hingga saat ini, tentu saja cita rasa dari olahan mie yang rasanya tetap konsisten dari tahun ke tahun.

Selain itu, bakmi Naripan juga menggunakan resep spesial yang diwariskan turun-temurun.

Menu yang ditawarkan di Kedai Mie Naripan berupa mie yamin.
Menu yang ditawarkan di Kedai Mie Naripan berupa mie yamin. (TRIBUNJABAR.CO.ID/FASKO DEHOTMAN)

Om Jhon selaku Pemilik Kedai Mie Naripan, menuturkan, mie di sini spesial karena asli buatan sendiri, mie nya kenyal tapi tidak mudah dikunyah.

“Dengan adonan telur yang lebih banyak, rasa dan kekenyalan mie jadi berbeda dari mie lainnya,” jelas Om Jhon kepada TribunJabar.co.id, Senin (14/8/2017).

Om Jhon mengaku, tidak merubah bentuk bangunan Kedai Mie Naripan, dengan alasan menjaga bentuk asli dan permintaan dari pelanggan Mie Naripan sendiri.

“Beberapa pengunjung menganjurkan tidak diubah bangunan dan interiornya, supaya ketika kembali makan di sini, terasa bernostalgia,” ujar Om Jhon.


Om Jhon menambahkan, Mie Naripan yang semakin berkembang, telah membuka beberapa cabang lainnya di Bandung.

Di antaranya di Riau Junction, Jalan RE Martadinata, dan Kota Baru Parahyangan Bandung Barat.

Selain itu, Kedai Mie Naripan juga membuka cabang di Jakarta Utara, yakni di Kelapa Gading Square.

Bagi Anda yang tertarik mencicipi olahan Mie Naripan, harganya pun lumayan terjangkau.

Untuk satu porsinya, dijual dengan harga antara Rp 35.000 – Rp 45.000.

Jam operasional Mie Naripan, dibuka setiap hari pada pukul 07.00 WIB - 22.00 WIB.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved