Cadas Pangeran

Daendels, Penggagas De Grote Postweg yang Tak Pernah Melihat Gagasannya Selesai

Herman Willem Daendels adalah Gubernur Jenderal yang keras, orang Belanda yang kemudian mengabdi pada Napoleon Bonaparte

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Kisdiantoro
seli andina miranti/tribun jabar
Patung Pangeran Kornel (kiri) bersalaman dengan orang yang diyakini Herman Willem Daendels di Cadas Pangeran 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG - Sebagai penggagas sekaligus penyusun ide De Grote Postweg Anyer - Panarukan atau jalan raya pos Anyer - Panarukan, Herman Willem Daendels tak menyaksikan gagasannya rampung dibangun.

Gubernur Jenderal berpangkat Marsekal itu sudah kembali ke negara asalnya sebelum jalan raya pos Anyer - Panarukan usai dibangun.

Hal tersebut diceritakan Raden Moch Ahmad Wiraatmadja (77), ketika ditemui Tribun Jabar di kediamannya di Sumedang, Jumat (11/8/2017).

"Herman Willem Daendels adalah Gubernur Jenderal yang keras, orang Belanda yang kemudian mengabdi pada Napoleon Bonaparte ketika Belanda jatuh ke tangan Perancis," ujar Aom Ahmad, panggilan akrabnya.

Menurut Aom Ahmad, Daendels mengabdi pada Perancis karena tergiur pada sistem pemerintahan Perancis kala itu.

Daendels yang mengabdi pada pemerintah Perancis kala itu, mendapatkan tugas untuk mempertahankan pulau Jawa.

Untuk mempertahankan pulau Jawa, Daendels diberi jabatan sebagai Gubernur Hindia Belanda dengan pangkat Marsekal.

Herman Willem Daendels tiba di pulau Jawa pada 1 Januari 1808 menggunakan kapal laut, ketika itu pulau Jawa memasuki musim penghujan.

"Dia merasakan sulit sekali untuk mencapai kota-kota yang jaraknya jauh," ujar Aom Ahmad.

Dari situ, menurut Aom Ahmad, Daendels mulai bertanya-tanya, bagaimana bisa mempertahankan pulau Jawa bila jalan dalam keadaan seperti ini.

Begitu sampai di Batavia, segera Daendels merombak pemerintahan sebelumnya dan mengadakan sebuah perjalanan untuk melihat keadaan di lapangan.

"Dari hasil perjalanan tersebut diperintahkanlah untuk membuat De Grote Postweg atau Jalan Raya Pos," ujar Aom Ahmad.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved