Tingkatkan Kesadaran Pajak, DJP Jabar I Gelar Pajak Bertutur

Sebab itu, menurutnya, sejumlah langkah mesti ditempuh supaya kesadaran pajak meningkat.

Tingkatkan Kesadaran Pajak, DJP Jabar I Gelar Pajak Bertutur
Istimewa
Kegiatan Pajak Bertutur Kanwil DJP Jawa Barat I dilaksanakan di Universitas Widyatama, Bandung. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat bergantung pada sektor perpajakan.

Sekitar 75% sumber pendapatan APBN berasal dari sektor pajak. Penerimaan ini digunakan untuk membiayai pembangunan dan 20% digunakan untuk anggaran pendidikan.

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I, Yoyok Satiotomo, menyampaikan meski sangat signifikan bagi pendapatan negara, peran penting pajak masih belum banyak diketahui masyarakat sehingga kepatuhan pajak, baik pembayaran maupun pelaporan pajak masih rendah.

“Kesadaran masyarakat dalam perpajakan masih rendah, padahal uang pajak itu 20% dari APBN digunakan untuk anggaran pendidikan seperti rehabilitasi ruang kelas, tunjangan profesi guru, sertifikasi dosen, Kartu Indonesia Pintar, Bantuan Bidik Misi, serta Bantuan Operasional Sekolah,” katanya.


Selain untuk anggaran pendidikan, ucap Yoyok Satiotomo, dana pajak juga digunakan untuk pembangunan infrastruktur semisal jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, dan lain-lain.

Sebab itu, menurutnya, sejumlah langkah mesti ditempuh supaya kesadaran pajak meningkat.

“Untuk itu, menyongsong Indonesia Emas pada 2045, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menginisiasi untuk mengintegrasikan materi kesadaran pajak dengan kurikulum pendidikan,” kata Yoyok Satiotomo.

Baca: Laga Arema vs Persib Bandung Akan Ditonton 40 Ribu Orang, Stadion Penuh Karena Arema Ultah

DJP, ucapnya, menyadari pentingnya kesadaran pajak harus ditanamkan sejak dini.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved