Breaking News:

Cadas Pangeran

Cadas Pangeran, Jalan yang Dibuat Beralaskan Darah

Satu di antara banyak tempat yang paling sulit dan memakan banyak korban di sepanjang Anyer hingga Panarukan adalah Cadas Pangeran.

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ravianto
TRIBUN JABAR/HILMAN KAMALUDIN
Penjual burung di tepi Jalan Cadas Pangeran, Sabtu (8/7/2017). 

"Alat-alat yang digunakan seadanya kemudian alam yang keras, kan kalau bahasa Sunda itu 'leuweung geledegan' atau hutan belantara," ujar Aom Ahmad.

Kemampuan masyarakat yang terbatas ditambah perbekalan yang tidak memadai membuat pembuatan jalan tidak sesuai jadwal yang ditentukan.

Yang memperparah keadaan, akibat bekerja di hutan belantara, banyak pekerja yang terjangkit penyakit atau tewas dimangsa hewan buas seperti macan dan ular.


Tidak sedikit pekerja yang terjatuh dari jurang cadas ketika melakukan pekerjaannya.

Dapat dikatakan, menurut Aom Ahmad, jalan Cadas Pangeran merupakan jalan yang dibangun oleh darah para pribumi yang dipaksa bekerja di bawah perintah Belanda.

"Maka di sekitar Cads Pangeran itu banyak pemakaman-pemakaman tanpa nama," ujar Aom Ahmad.

Pemakaman tersebut merupakan pemakaman korban tewas saat membuat jalan Cadas Pangeran.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved