Breaking News:

Akibat Sertifikat Palsu, Bank Perkreditan Rakyat Jawa Barat Alami Kebocoran Anggaran Rp 36 Miliar

Ditreskrimum Polda Jabar mengungkap praktik pembuatan dokumen palsu, Selasa (8/8/2017), di Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat.

Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
TRIBUNJABAR.CO.ID/DANIEL DAMANIK
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan dokumen palsu di Mapolrestabes Bandung pada Rabu (9/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Ditreskrimum Polda Jabar mengungkap praktik pembuatan dokumen palsu, Selasa (8/8/2017), di Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat.

Pengungkapan tersebut berawal dari laporan pihak Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jawa Barat yang mengalami kasus penipuan dan penggelapan.

Akibat dari kasus penipuan tersebut, pihak BPR Jawa Barat mengalami kebocoran anggaran hingga lebih dari Rp 36 miliar.

Ratusan guru sertifikasi di Jawa Barat menjadi pengguna sertifikasi palsu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, sertifikasi para guru tersebut digadaikan ke BPR Jabar.


"Guru-guru di Jabar banyak menjadi pelanggan pemalsuan sertifikat, kemudian sertifikatnya digadaikan ke BPR Jabar senilai Rp 80 juta per sertifikat," ujar Yusri Yunus di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Rabu (9/8/2017).

Pihak Polda Jabar telah mengamankan sebanyak 13 orang yang terkait kasus pemalsuan dokumen dan dua orang lagi masih dalam pencarian.

Polda Jabar juga melakukan penggerebekan di rumah M, yang masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) di Tubagus Angke, Jakarta Barat pada Selasa (8/8/2017).

Dari kediaman M, Polisi menemukan ribuan dokumen pribadi dan alat untuk mencetak dokumen palsu.

Hingga saat ini, pihak Polda Jabar akan terus mengusut dan melakukan pengembangan kasus pemalsuan dokumen.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved