Indeks Kewirausahaan Indonesia Belum Ideal, Tertinggal Jauh dari Jepang dan AS

Kata Hanif Dhakiri, indeks kewirausahaan Jepang adalah 11 persen, sementara Amerika adalah 12 persen.

Tribun Jabar/Yongky Yulius
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Muhammad Hanif Dhakiri telah menyerahkan secara simbolik alat bantuan kepada penyandang disabilitas di Gedung Bale ASRI Pusdai, Kota Bandung, Selasa (8/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Saat Gebyar Pemberian Manfaat Kepada Penyandang Disabilitas Se-Provinsi Jawa Barat di Bale Asri Pusdai Jabar, Selasa (8/8/2017), Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan bahwa Indonesia masih membutuhkan wirausahawan.

"Saat ini Indeks kewirausahaan kita memang di atas dua persen. Tapi idealnya, menurut World Bank, jumlahnya minimal harus empat persen," ujar Muhammad Hanif Dhakiri.

Ia menambahkan, Indonesia masih kalah jauh dari negara maju Jepang dan Amerika.


Kata Hanif Dhakiri, indeks kewirausahaan Jepang adalah 11 persen, sementara Amerika adalah 12 persen.

Untuk itu, Hanif Dhakiri berharap dengan diberikannya alat bantuan kerja bagi penyandang disabilitas, dapat mendorong tenaga kerja disabilitas untuk lebih produktif.

Tidak hanya produktif sebagai tenaga kerja, namun juga produktif menjadi wirausahawan.

Menurut Hanif Dhakiri, angka indeks pewirausahaan Indonesia berada di angka dua persen juga karena sumbangan dari wirausahawan disabilitas.

Wirausahawan disabilitas tersebut patut untuk diapresiasi dan dicontoh.

Halaman
12
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved