Sabtu, 11 April 2026

Tak Tega Melihat Anak Kecil Menangis, Abah Tarma Beri Balon Dagangannya Secara Cuma-cuma

Ketika tubuhnya sudah merasakan lelah yang amat sangat, pria dengan. . .

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Abah Tarma. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Abah Tarma (94), lansia penjual balon yang biasa keliling di kawasan Jalan Sultan Agung Tirtayasa, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung mengaku sering kelelahan ketika berjualan.

Ketika tubuhnya sudah merasakan lelah yang amat sangat, pria dengan kulit yang sudah keriput itu tak jarang ketiduran di trotoar, tempat di mana ia beristirahat.

Walaupun penghasilannya pas pasan kadang balonnya tidak pernah ada yang membeli.

Namun ia mengaku dulu pernah memberikan satu balonnya seharga Rp 15 ribu kepada anak yang merengek ingin balon tapi orang tuanya tidak membelikannya.


"Dulu pernah ada anak yang nangis ingin balon ini, tapi orang tuanya tidak membelikannya lalu sama abah dikasih saja," ujar Abah Tarma kepada Tribunjabar.co.id di Jalan Sultan Agung Tirtayasa, Senin (31/7/2017) kemarin.

Lalu ia mengatakan, rezeki itu tidak akan tertukar jadi harus ikhlas jika memberikan kebahagiaan pada orang lain.

"Abah juga memiliki cucu, ketika cucu ingin sesuatu suka tidak tega kalau tidak dikasih," ujar Abah Tarma.

Walaupun langkahnya sudah begitu berat, kakinya kusam, menggunakan sandal japit yang sudah mulai dekil dan suaranya begitu berat menjawab pembeli yang menghampiri hingga pendengarannya pun sudah tidak sempurna.


Ia tetap berkeliling berjualan balon untuk mencari sesuap nasi dan menafkahi istrinya yang sakit sakitan di Kabupaten Garut.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved