Kamis, 9 April 2026

Putar Perdana Film "Kawe Dua" di De Majestic, Ini Pesan yang Disampaikannya

Sutradara film Kawe Dua, Revo Rurut, menjelaskan bahwa film tersebut menceritakan tokoh Nesya (Azmi Wanda) anak dari . . .

TRIBUN JABAR/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Para pemeran film Kawe Dua saat launching film perdananya di Gedung De Majestic, Jalan Braga, Minggu (30/7/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Film lokal dari Bandung diputar perdana di gedung bersejarah De Majestic, Jalan Braga, usai gedung tersebut sempat berhenti tak dimanfaatkan PD Jasa dan Pariwisata Jawa Barat.

Film berjudul "Kawe Dua" yang disutradarai oleh Revo Rurut ini menghadirkan bintang-bintang yang populer seperti adanya para pemeran "Preman Pensiun", yakni Kang Jamal dan Ceu Edoh, hingga artis seperti Sarah Vi, Azmi Wanda, hingga artis pria senior Rico Tampatty, dan komedian Joe Project. Film ini diputar perdana pada Minggu (30/7/2017) malam dengan hadir para artis pemerannya.

Sutradara film Kawe Dua, Revo Rurut, menjelaskan bahwa film tersebut menceritakan tokoh Nesya (Azmi Wanda) anak dari Mami Ola (Sarah Vi) merupakan seorang penulis novel yang tengah mencari materi tulisannya hingga datang ke Kota Bandung tepatnya Jalan Asia Afrika. Nesya pun kemudian menemukan banyak kawe-kawe atau imitasi baik tokoh kartun, pahlawan, hingga artis.


Dalam film tersebut, Joe Project yang menjadi Kang Momon sangat mengidolakan Elvis Presley hingga merubah penampilan seperti tokoh idolanya. Begitu pula Jamal (preman pensiun) dirinya mengidolakan Michael Jackson, dan mereka berada di Jalan Asia Afrika.

"Ya kami ingin angkat unsur komedi ditambah romantik, serta adanya sedikit konflik antara Nesya dan tunangannya Reno.

Pesan yang ingin disampaikan dalam film ini, kata Revo, ialah sehebat apapun seseorang jika menirukan orang lain tentu lebih hebat jika menggunakan kehebatan dan kelebihan diri sendiri.


Dipilihnya Kota Bandung sebagai lokasi syuting film Kawe Dua, Revo menyebut karena saat ini di Bandung adanya fenomena kawe-kawe di Asia Afrika. Selain itu, dia juga mengaku karena bekerjasama dengan PD Jawi yang sekaligus melaunching gedung De Majestic menjadi tempat yang seperti zaman dahulu, yakni bioskop.

"Saya diminta membuat cerita yang juga mengangkat Kota Bandung sekaligus dengan gedung De Majesticnya. Dan film ini pesannya jika ada ketertarikan atau idolakan seseorang tak harus menirukannya, sehingga jargon yang dimunculkan ialah bangga pada diri sendiri daripada hebat punya orang lain," katanya.

Revo juga mengatakan bahwa proses pembuatan film ini berjalan singkat, dengan waktu produksi film 8 hari. Tetapi mulai pra produksi hingga selesai sekitar 3 bulan tanpa ada kesulitan apapun. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved