Didesak Warga, SMAN 27 Bandung Terima 79 Siswa Baru Jalur Non Reguler
"Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kita sudah sesuai dengan peraturan dan tidak menerima lagi tapi kemudian muncul desakan dari masyarakat," ujar S
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Penambahan 79 siswa baru dari jalur non reguler di SMAN 27 Bandung adalah hasil desakan masyarakat sekitar Gedebage.
Hal tersebut dikatakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 27 Bandung, Sarip Rustandi, ketika ditemui Tribun Jabar di ruangannya, Jumat (28/7/2017).
"Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kita sudah sesuai dengan peraturan dan tidak menerima lagi tapi kemudian muncul desakan dari masyarakat," ujar Sarip Rustandi.
Ia mengatakan warga bersama camat, tokoh masyarakat, dna stakeholder terkait, mendatangi SMAN 27 Bandung untuk berdiskusi mengenai anak-anak yang tidak diteriman di SMAN 27 Bandung.
Keji! Video Seorang Ibu yang Menyiksa Bayinya Tersebar, Yayasan Akan Melapor ke Polda Bali https://t.co/wq4jO1OBPH via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 28, 2017
Pihak sekolah, ucap Sarip Rustandi, sudah menolak.
Alasannya, bila sekolah menerima siswa diluar PPDB reguler, akan melanggar peraturan dan petunjuk teknis yang sudah ada.
"Kalau memang mau, ya silakan pihak kecamatan dan tokoh masyarakat ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat," ujar Sarip Rustandi.
Rupanya, imbuhnya, pihak Kecamatan Gedebage menyanggupi untuk mengurus masalah penambahan rombongan belajar (rombel) di SMAN 27 Bandung ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Setelah ada kepastian dari Kecamaran Gedebage, barulah SMAN 27 Bandung bersedia menambah rombel hingga dua rombel dan jumlah siswa hingga 79 orang.
Kisah Mistis Warga Cicadas Bandung, Sebelum Apartemen Tempat Kakak Adik Bunuh Diri itu Dibangun https://t.co/XW4POrkFni via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 28, 2017
"Jadi penambahan siswa itu bukan penawaran pihak sekolah tapi desakan dari masyarakat," ujarnya.
Pada Kamis malam (27/7/2017) ada pemeriksaan terhadap kepala SMAN 27 Bandung.
Pemeriksaan itu, ucapnya, memang berkaitan dengan adanya penambahan rombongan belajar (rombel) dan siswa baru yang diterima bukan dari jalur akademik maupun non-akademik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sman-27-bandung_20170728_142347.jpg)