Bobotoh Meninggal

Banjir Ucapan Duka untuk Ricko Andrean, dari Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil sampai Persib Bandung

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil juga mengaku sangat berduka dan menyesalkan tindak fanatisme yang berlebih yang menyebabkan kematian ini.

Banjir Ucapan Duka untuk Ricko Andrean, dari Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil sampai Persib Bandung
Tribun Jabar/Wanti Puspa Gustiningsih
Karangan bunga yang berjajar di jalan menuju rumah duka bobotoh yang meninggal, Ricko Andrean. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi turut menyampaikan dukacita ketika berkunjung ke Bandung.

Ia pun mengecam dan sangat menyesalkan jatuhnya korban saat menonton laga sepak bola.

Dedi juga menyerukan agar permusuhan antarsuporter segera diakhiri.

Dedi menilai dukungan yang diberikan pendukung sepak bola Tanah Air saat ini sudah jauh dari semangat sportivitas.

"Olahraga itu, kan, ajang sportivitas. Mendukung itu hanya memberikan support. Sekarang sudah bergeser, dukungan terhadap tim berubah menjadi keyakinan. Itu yang menyebabkan kekerasan dalam berolahraga. Tindakan apa pun yang didalamnya ada kekerasan, itu tindakan fundamentalisme. Itu dilarang," kata Dedi.


Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil juga mengaku sangat berduka dan menyesalkan tindak fanatisme yang berlebih yang menyebabkan kematian ini.

"Fanatik boleh, tapi jangan ada kekerasan, karena itu tidak dibenarkan dan harus menjadi pelajaran bersama. Harusnya, bola itu sebagai pemersatu dan perdamaian," katanya di Pendopo, kemarin.

Sebagai ungkapan rasa belasungkawa atas meninggalnya Ricko, para pemain Persib akan mengenakan pita hitam saat dijamu Perseru Serui di Stadion Mamora, Serui, Sabtu (29/7).

Menurut pelatih sementara Persib, Herrie Setyawan, hal itu akan mereka usulkan kepada pengawas pertandingan saat pertemuan teknik sebelum pertandingan.

Halaman
12
Penulis: M Zezen Zainal Muttaqin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved