Kasus Suap Pasar Atas Cimahi

Keluarga Butuh Dana Perawatan Atty Suharti, Penasihat Hukum Minta Rekening Terdakwa Dibuka

Penasihat hukum Atty dan Itoc meminta kepada majelis hakim yang diketuai Sri Mumpuni, agar rekening Atty dibuka.

Tribunjabar/Dian Nugraha Ramdani
Ilustrasi: Sidang kasus suap terdakwa Atty Suharti dan Itoc Tochija, Rabu (5/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dian Nugraha Ramdani

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Dalam persidangan lanjutan kasus korupsi mantan Wali Kota Cimahi, Atty Suharti dan suaminya, Itoc Tochija yang akhirnya batal digelar, sempat muncul pengajuan dari penasihat hukum terdakwa, Rabu (26/7/2017).

Penasihat hukum Atty dan Itoc meminta kepada majelis hakim yang diketuai Sri Mumpuni, agar rekening Atty dibuka.

Pasalnya, saat ini keluarga Atty sedang membutuhkan uang untuk biaya berobat Atty di RS Borromeus itu.


"Silakan ajukan, kami akan memusyawarahkannya dahulu," ujar hakim ketua, Sri Mumpuni.

Seperti diberitakan sebelumnya, sidang tersebut terpaksa batal digelar karena terdakwa Atty Suharti mengalami sakit dan harus menjalani perawatan.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ronald F Worotikan menjelaskan kepada majelis hakim bahwa terdakwa Atty tidak bisa dihadirkan dalam sidang yang mengagendakan pemeriksaan saksi itu.


"Terdakwa Atty tidak bisa dihadirkan karena sakit dan saat ini sedang dirawat di RS Borromeus," ujar Ronald di hadapan majelis hakim di Pengadilan Tipikor Bandung, di Jalan LLRE Martadinata.

Atty dan Itoc dijerat pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman 20 tahun penjara.

Atty dan Itoc terlibat kasus suap pembangunan Pasar Atas Cimahi. (*)

Penulis: Dian Nugraha Ramdani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved