Jumat, 5 Juni 2026

Meski Sudah Memelas, Tak Seorang Pun yang Tertarik Membeli Tisu Nenek Imas

"Tisunya Pak, Bu. Tolong dibeli satu saja, buat makan, saya belum makan," kata Imas, memelas.

Tayang:
Penulis: Rezeqi Hardam Saputro | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Rezeqi Hardam Saputro
Imas (64) penjual tisu 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Rezeqi Hardam Saputro

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Banyak cara untuk mengais rezeki di kota besar, termasuk di Kota Bandung.

Satu yang dilakukan oleh Imas (64), ibu empat anak dan nenek sejumlah cucu ini adalah berjualan tisu di sekitar Masjid Salman ITB.

Saat ditemui Tribun Jabar di depan Masjid Salman ITB, Senin (24/7/2017) siang, Imas terlihat membawa tiga kantong plastik besar berisi beberapa bungkus tisu.

Sambil berjalan dan membawa kantong plastik tersebut, Imas menawarkan barang dagangannya ke para pejalan kaki.

"Tisunya Pak, Bu. Tolong dibeli satu saja, buat makan, saya belum makan," kata Imas, memelas.

Meski sudah memelas seperti itu, belum ada seorang pun yang tertarik membeli tisu yang dijualnya.

Alhasil, Imas pun hanya bisa termenung. Ia kemudian duduk di bangku depan Masjid Salman.

"Saya punya empat anak, semuanya tinggal di Depok. Saya enggak mau menyusahkan mereka. Kalau suami sudah lama meninggal dunia," kata Imas.

Imas mengaku tinggal seorang diri di kawasan Sadang Serang, Bandung. Imas tetap berjualan karena terdesak kebutuhan hidup sehari-hari.

"Tisu ini saya ambil dari tetangga. Saya tidak dapat untung, hanya dapat upah dari pemilik tisu," ujar Imas.

Meski jarang ada yang membeli tisunya, Imas tak akan menyerah dan akan tetap berjualan tisu.

Penjual Tisu Lainnya : Berjualan Tisu dengan Satu Tangan

Berjualan dengan satu tangan, tidak membuat pria asal Pematang Siantar, Medan, Dedi Zulkarnaen Kohar (50) ini malas untuk mengais rezeki walaupun hanya berjualan tisu.

Hal itu membuat tisunya selalu laris diburu pembeli di Jalan Suci, Kota Bandung.

"Kerja keras, ikhlas berdoa jangan lupa insya Allah jualan pasti laris," ujar Dedi kepada Tribunjabar.co.id di Jalan Suci Bandung, Jumat (21/7/2017).

Ketika ditemui TribunJabar.co.id di Jalan Suci Kota Bandung, terlihat ia sedang menawarkan tisu ke orang yang melintas dengan tangan kirinya.

Dedi Zulkarnaen Kohar berjualan tisu dengan satu tangan di Jalan Suci, Jumat (21/7/2017).
Dedi Zulkarnaen Kohar berjualan tisu dengan satu tangan di Jalan Suci, Jumat (21/7/2017). (TRIBUNJABAR.CO.ID/HILMAN KAMALUDIN)

Dengan nada bicara lemah lembut dan bahasa yang sopan ia berusaha supaya orang yang melintas membeli tisunya.

Tidak lama dari itu beberapa orang membeli tisunya, nampak ia sangat senang walaupun kesulitan karena hanya menggunakan satu tangan.

Berdasarkan pantauan TribunJabar.co.id, seorang pembeli membeli tisunya sebanyak delapan pcs dengan harga 15 ribu.


Membungkus tisu dan menerima uang ia menggunakan tangan kiri.

Tangan kanannya harus diamputasi karena kecelakaan bus di Medan pada tahun 1990.

Walaupun kesulitan ia tetap berusaha berjualan dengan satu tangannya.

Dalam setengah hari ia mengaku tisunya selalu habis dan bisa membawa uang sekira Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved