Meski Sudah Memelas, Tak Seorang Pun yang Tertarik Membeli Tisu Nenek Imas
"Tisunya Pak, Bu. Tolong dibeli satu saja, buat makan, saya belum makan," kata Imas, memelas.
Penulis: Rezeqi Hardam Saputro | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Rezeqi Hardam Saputro
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Banyak cara untuk mengais rezeki di kota besar, termasuk di Kota Bandung.
Satu yang dilakukan oleh Imas (64), ibu empat anak dan nenek sejumlah cucu ini adalah berjualan tisu di sekitar Masjid Salman ITB.
Saat ditemui Tribun Jabar di depan Masjid Salman ITB, Senin (24/7/2017) siang, Imas terlihat membawa tiga kantong plastik besar berisi beberapa bungkus tisu.
Begini Kondisi Terakhir Istri Pemain Persib Tantan, Setelah Kakinya Patah Tertabrak Motor https://t.co/TrOz0albBV via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 24, 2017
Sambil berjalan dan membawa kantong plastik tersebut, Imas menawarkan barang dagangannya ke para pejalan kaki.
"Tisunya Pak, Bu. Tolong dibeli satu saja, buat makan, saya belum makan," kata Imas, memelas.
Meski sudah memelas seperti itu, belum ada seorang pun yang tertarik membeli tisu yang dijualnya.
Ayu Ting Ting Kembali Bergabung di Pesbukers, Ibunya Kok Malah Sebut Stasiun TV Lain? https://t.co/qNDcTaugWR via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 24, 2017
Alhasil, Imas pun hanya bisa termenung. Ia kemudian duduk di bangku depan Masjid Salman.
"Saya punya empat anak, semuanya tinggal di Depok. Saya enggak mau menyusahkan mereka. Kalau suami sudah lama meninggal dunia," kata Imas.
Masih Ingat Kustian 'Budak Jalanan', Tak Disangka Seperti Ini Keadaannya Sekarang https://t.co/IZZcYzsyNT via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 24, 2017
Imas mengaku tinggal seorang diri di kawasan Sadang Serang, Bandung. Imas tetap berjualan karena terdesak kebutuhan hidup sehari-hari.
"Tisu ini saya ambil dari tetangga. Saya tidak dapat untung, hanya dapat upah dari pemilik tisu," ujar Imas.
Meski jarang ada yang membeli tisunya, Imas tak akan menyerah dan akan tetap berjualan tisu.
Penjual Tisu Lainnya : Berjualan Tisu dengan Satu Tangan
Berjualan dengan satu tangan, tidak membuat pria asal Pematang Siantar, Medan, Dedi Zulkarnaen Kohar (50) ini malas untuk mengais rezeki walaupun hanya berjualan tisu.
Hal itu membuat tisunya selalu laris diburu pembeli di Jalan Suci, Kota Bandung.
"Kerja keras, ikhlas berdoa jangan lupa insya Allah jualan pasti laris," ujar Dedi kepada Tribunjabar.co.id di Jalan Suci Bandung, Jumat (21/7/2017).
Ketika ditemui TribunJabar.co.id di Jalan Suci Kota Bandung, terlihat ia sedang menawarkan tisu ke orang yang melintas dengan tangan kirinya.
Dengan nada bicara lemah lembut dan bahasa yang sopan ia berusaha supaya orang yang melintas membeli tisunya.
Tidak lama dari itu beberapa orang membeli tisunya, nampak ia sangat senang walaupun kesulitan karena hanya menggunakan satu tangan.
Berdasarkan pantauan TribunJabar.co.id, seorang pembeli membeli tisunya sebanyak delapan pcs dengan harga 15 ribu.
BREAKING NEWS: Dua Wanita Loncat dari Apartemen Gateway Tewas dengan Luka di Kepala https://t.co/bElY4ljU4R via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 24, 2017
Membungkus tisu dan menerima uang ia menggunakan tangan kiri.
Tangan kanannya harus diamputasi karena kecelakaan bus di Medan pada tahun 1990.
Walaupun kesulitan ia tetap berusaha berjualan dengan satu tangannya.
Dalam setengah hari ia mengaku tisunya selalu habis dan bisa membawa uang sekira Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tisu_20170724_135656.jpg)