Breaking News:

Ini Saran Direktur BJB agar Bank Pembangunan Daerah Maju dan Berkembang

Persoalan itu antara lain tentang lemahnya BPD, keterbatasan modal, dan rendahnya daya saing.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Ichsan
Net
Ilustrasi Uang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Bank Pembangunan Daerah (BPD) disarankan untuk menjalankan kebijakan go public dalam menghadapi persaingan di dunia perbankan.

Hal itu disampaikan Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank BJB, Agus Mulyana kepada Tribun Jabar, melalui ponselnya, Minggu (23/7/2017).

"Untuk menyiasati kelemahan BPD soal keterbatasan modal adalah dengan merintis penguatan modal melalui go public," kata Agus.

Baca: Usai Ditahan Imbang Persija, Persib Nanti Sore Kembali Gelar Latihan di Lapangan Lodaya

Menurut Agus, melalui go public akses modal BPD akan lebih terbuka.

Selain itu, untuk meningkatkan daya saing, BPD juga disarankan melakukan re-branding produk.

Baca: Benteng Gedong Dalapan, Sisa Penjajahan Belanda yang terlupakan di Cililin Kabupaten Bandung Barat

BPD, kata Agus, dapat mengemas fitur produknya supaya lebih menarik dan fokus.


Terakhir, hal yang tidak kalah penting, menurut Agus, adalah peningkatan kompetensi pegawai.

Pegawai harus lebih profesional dalam mengerjakan tugasnya.


Sebelumnya, pada Forum Group Discusion (FGD) Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) di Kantor Asbanda Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (17/7/2017), Agus Mulyana pernah menjelaskan mengenai permasalahan yang dihadapi BPD.

Persoalan itu antara lain tentang lemahnya BPD, keterbatasan modal, dan rendahnya daya saing.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved