Cerita Tentang Penjual Buku di Depan Masjid Salman ITB, Mulai dari Omset Hingga Takut Digusur

Sejumlah lapak penjual buku terlihat berjejer di depan Masjid Salman ITB, Kota Bandung, Minggu (23/7/2017) siang.

Cerita Tentang Penjual Buku di Depan Masjid Salman ITB, Mulai dari Omset Hingga Takut Digusur
Tribunjabar/Ery Chandra
Khaidari Ali Muhammad 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sejumlah lapak penjual buku terlihat berjejer di depan Masjid Salman ITB, Kota Bandung, Minggu (23/7/2017) siang. Satu di antara sejumlah penjual buku itu adalah Khaidari Ali Muhammad (23).

"Kebanyakan yang dicari buku agama. Selain Alquran, juga kitab fiqih, sunah, fiqih wanita, sunah nabawiah, hadis-hadis, dan lain-lain," kata Khaidari saat ditemui di lapak bukunya, Minggu (23/7/2017).

Baca: Potongan Video Film Nagabonar Ditampilkan Dalam Acara Deklarasi Dukungan untuk Deddy Mizwar

Menurut Khaidari, ia hanya meneruskan usaha rintisan orangtuanya. Jika dihitung dari pertamakali berjualan, kata Khaidari, usaha penjualan buku ini sudah berjalan 34 tahun.

Harga buku di lapak buku ini terbilang murah dan bisa ditawar.

⁠⁠⁠⁠⁠


"Mulai Rp 3 ribu sampai yang mahal Rp 250 ribu. Seperti buku zikir pagi petang yang murah. Kalau yang mahal buku textbook pelajaran," ujar Khaidari.

Menurutnya, omset penjualan pada Sabtu dan Minggu lumayan besar. Namun Khaidari enggan membeberkan angkanya.

Khaidari mengakui, secara hukum berjualan di trotoar jalan dilarang. Namun karena tuntutan hidup, ia dan penjual buku lainnya terpaksa berjulan di depan Masjid Salman ITB.


"Terus terang saya takut digusur tapi mau gimana lagi, ini buat kebutuhan hidup.

Khaidari berharap, ia dan para penjual buku di Masjid Salman ITB bisa ditempatkan di tempat yang layak.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved