Masih Ingat Sosok Sumanto 'Pemakan Mayat'? Berniat Menikah, Namun Ini yang Terjadi

Warga desa tempat tinggalnya, desa Plumutan, Kemangkon, Purbalingga menolak kehadirannya kembali di desa.

Masih Ingat Sosok Sumanto 'Pemakan Mayat'? Berniat Menikah, Namun Ini yang Terjadi
Tribun Jateng/Khoirul Muzak
Sumanto 

Fisik Sumanto tak banyak mengalami perubaban sejak 11 tahun lalu.

Tubuhya masih gempal. Tak terlihat banyak uban pada rambut kepalanya.

Kumis panjangnya tetap khas, hampir menyatu dengan jenggot. Hanya kulit pipinya terlihat agak kempot.

Supono mengungkapkan, dari segi kepribadian, Sumanto telah mengalami banyak perubahan semenjak tinggal di panti.




Sumanto menjadi pribadi lebih baik. Ia beraktivitas layaknya masyarakat normal di dalam panti, mulai mencabuti rumput, bertani, memberi makan burung, dan membantu pekerjaan Supono.

"Aktivitas saya bantu-bantu pak Haji (Supono) cabut-cabut rumput, bertani, ikut pengajian, pokoknya ikut pak haji,"kata Sumanto

Selain beraktivitas sosial, Sumanto juga rajin mengikuti pengajian yang diselenggarakan panti.

Menurut Supono, Sumanto mampu melafalkan ayat Alquran.

Pada beberapa kesempatan, Sumanto juga dipercaya mengumandangkan azan.

Berbagai kemajuan yang dialami Sumanto ternyata tak membuat citranya membaik di masyarakat.

Halaman
1234
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved