Dokter Keluarkan 12 Korek Api dan 6 Paku Payung dari Usus Pria Ini

Operasi dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Hendro dirawat di RSD dr Soebandi sejak Kamis (6/7/2017) sore.

Editor: Ravianto
surya/istimewa
Hendro Wijatmiko pascaoperasi di RSD dr Soebandi, Jember, Kamis (13/7/2017). 

Laporan Wartawan Surya, Aflahul Abidin

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Petugas Rumah Sakit Daerah dr Soebandi mengoperasi Hendro Wijatmiko, pasien yang ususnya terdapat paku payung dan benda lain.

Hasil operasi tersebut menunjukkan usus warga Desa Kilensari, Panarukan, Situbondo, itu tak hanya benda logam tapi juga nonlogam.

"Dapat 12 korek api, 6 paku payung, uang koin maupun kertas dan tas kresek, gagang sendok garpu," ujar Kepala Humas RSD dr Soebandi, dr Justina Evy Tyaswati SpKJ, Kamis (13/7/2017).


Operasi dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Hendro dirawat di RSD dr Soebandi sejak Kamis (6/7/2017) sore.

Ia dirujuk dari RSUD Abdoer Rahem karena benda-benda logam didominasi paku payung berada di ususnya.

Kepada petugas medis, ia mengakui menelan paku payung sejak empat tahun lalu. 

Paku payung bersarang di usus Hendro berdasar hasil rontgen.
Paku payung bersarang di usus Hendro berdasar hasil rontgen. (istimewa)

Usus Hendro Wijatmiko kini sudah bersih dari berbagai benda asing baik logam dan nonlogam setelah dioperasi pada Kamis (13/7/2017).

Haisl operasi dokter mengeluarkan 12 korek api, 6 paku payung, uang koin dan kertas, tas kresek dan ganggang sendok garpu dari usus Hendro.

Sebelum itu, beberapa benda asing lain sudah pernah dikeluarkan dari usus pria 30 tahun tersebut.

"Setelah diberi obat dan diobservasi, (usus Hendro) bisa gerak dan keluar beberapa barang. Tapi masih tetap tidak maksimal," kata Kepala Humas RSD dr Soebandi, dr Justina Evy Tyaswati SpKJ, Kamis (13/7/2017).


Benda asing yang keluar dari anus di antaranya tutup botol minuman, uang logam, dan baterai untuk remote televisi.

Justina mengatakan kondisi usus Hendro sudah tidak bergerak ketika ia pertama kali dirujuk ke rumah sakit tersebut. Ia pun rutin diberi obat-obatan tiap hari.

Warga Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Panarukan, Situbondo, itu dirujuk dari RSUD Abdoer Rahem karena benda-benda logam yang didominasi paku payung berada di ususnya.

Kepada petugas medis Hendro mengakui menelan paku payung sejak empat tahun lalu. 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved