Bom Panci

Sisi Lain Pemilik Bom Panci (Bagian 3): Mengaku Gerah dengan Riba, Katanya Itu Dosa Besar

Ilmu agamaku tak cukup banyak untuk menjawab semua. Tapi kemudian aku berkata. . .

Sisi Lain Pemilik Bom Panci (Bagian 3): Mengaku Gerah dengan Riba, Katanya Itu Dosa Besar
Istimewa
Agus Wiguna, pelaku bom panci 

Dalam perjalanan ke masjid, dengan langkah perlahan kubuka foto dari Farkhan. Kulihat kembali si Ujang Basmut, kuamati ia dengan seksama.

Lalu kugeser lagi pada gambar selanjutnya; secarik kertas basah yang ditempel di dinding kamar si Ujang Basmut yang berbunyi:

Bismillahirrahmanirrahim (dalam tulisan Arab)

Demi Allah dan Rasulullah

Dan bangkitnya agama Allah, dan umat Rasulullah:

Bertekad untuk ikut serta dalam tegaknya dinn (agama) Allah yang kaffah sesuai sunnah Rasulullah, menumpas kedzaliman dan kesyirikan.

Dengan ini saya bersikeras untuk selalu:

1.Bertakwa kepada Allah dalam menjalankan tauhid ini baik dalam susah, senang, semangat, malas, lapang maupun sempit.

2. Saya berbaiat kepada kekhilafan Daulah Islamiyah, Abu Bakar al-Baghdadi untuk patuh dan taat pada perintahnya baik dalam keadaan senang, sempit, sedih, susah, lapang ataupun sempit, saya tidak mungkin merebut kekuasaan darinya/pemiliknya.

3. Dalam waktu ini, saya bertekad untuk selalu berlatih:

Halaman
1234
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved