Bom Panci

Sisi Lain Pemilik Bom Panci (Bagian 2): Dulu Geng Motor, Taubat Setelah Gabung Dua Ormas Islam

Si pemuda berhenti melemparkan hitam matanya padaku dan kembali merunduk.

Sisi Lain Pemilik Bom Panci (Bagian 2): Dulu Geng Motor, Taubat Setelah Gabung Dua Ormas Islam
Istimewa
Agus Wiguna, pelaku bom panci 

Ditawarkan pada pemuda itu dengan menyodorkan toples berisi rengginang yang lalu diraihnya satu. dipotong sedikit demi sedikit hingga butiran-butiran remahnya berceceran ke lantai.

Ia tak lantas membiarkannya. Dipungutinya satu persatu lalu memakannya.

Rengginang itu masih ada di tangannya, pun mulutnya belum lagi selesai melumat tapi ia kemudian meneruskan, “Saya memang dari SMA sudah bandel, Pak. Suka minum-minum, bolos sekolah. Meskipun begitu saya selesai dan tamat SMA.”

Rengginang di mulutnya sudah lumat dan ditelan lalu minum. Dia tampaknya paham bahwa saya tengah menunggu ceritanya lebih lanjut. Maka setelah tenggorokannya dirasa nyaman ia pun melanjutkan.

“Saya juga pernah ikut geng motor tapi Alhamdulillah saya taubat. Pernah juga saya ikut komunitas ‘Agus-Agus’,”

Aku mengerutkan dahi dan menemukan titik terang. Kulemparkan ia satu pertanyaan lagi, “Bagaimana kamu bisa taubat?”

Bibirnya semakin menyeringai dan berkata, “Saya bergabung dengan dua ormas Islam, di sana saya bisa bertaubat hingga sekarang,”

Mereka asyik ketika berdiskusi, bekerja sama dalam sebuah komunitas sastra yang sempat kuikuti, bahkan beberapa buku karangan mereka tak mengindikasikan radikalisme seperti yang dipertunjukkan oleh pemuda ini.

“Selain jualan basmut, apa kegiatan kamu?”

Halaman
1234
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved