Bom Panci

Sisi Lain Pemilik Bom Panci (Bagian 2): Dulu Geng Motor, Taubat Setelah Gabung Dua Ormas Islam

Si pemuda berhenti melemparkan hitam matanya padaku dan kembali merunduk.

Sisi Lain Pemilik Bom Panci (Bagian 2): Dulu Geng Motor, Taubat Setelah Gabung Dua Ormas Islam
Istimewa
Agus Wiguna, pelaku bom panci 

“Garut mana?”

“Bungbulang,”

Aku mengangguk. “Kok bisa ke Bandung, awalnya kayak gimana?”

Si pemuda menghadap padaku sejenak, kepalanya merunduk sedangkan jemarinya saling memilin satu sama lain. Kakinya masih tak berhenti bergerak disertai dada yang naik turun semakin cepat.

Dia menyeringai melemparkan hitam bola matanya padaku yang dalam keadaan tertunduk itu ia berkata, “Saya dulu di Caringin, Pasar Caringin. Menggelandang, menjadi pemakai dan pengedar.”

Pintu kamar kontrakan Agus Wiguna (22) di Kampung Kubang Beureum, Sekejati, Buahbatu, Kota Bandung, masih digaris polisi, Minggu (9/7/2017).
Pintu kamar kontrakan Agus Wiguna (22) di Kampung Kubang Beureum, Sekejati, Buahbatu, Kota Bandung, masih digaris polisi, Minggu (9/7/2017). (Tribun Jabar/Dian Nugraha Ramdani)

“Narkoba?” cecarku kemudian.

“Ganja,” tegasnya.

“Lalu?”

Si pemuda berhenti melemparkan hitam matanya padaku dan kembali merunduk.

Jemarinya masih saling memilin. Pak RT mengeluarkan kakaren sisa lebaran berupa rengginang dan beberapa penganan lain, sedangkan minuman sudah tersedia sejak sebelum kedatanganku.

Halaman
1234
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved