Bom Panci

Pedagang Panci Berharap Tak Ada Ledakan Bom, ''Jualan jadi Tak Ada Gangguan''

Wawan mengatakan, orang yang menggunakan panci untuk kegiatan tersebut hanya salah menggunakan melalui alat Panci.

Penulis: Ery Chandra | Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar/Ery Chandra
Pedagang Panci, Wawan Taswana (50) saat ditemui Tribun Jabar, di pasar tradisional, Jalan belakang pasar, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Bandung, Senin (11/7/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pasca ledakan bom panci di Buah Batu tak membuat para pedagang panci berhenti berjualan. Mereka tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Satu diantaranya, Wawan Taswana (50). Ia berdagang panci di pasar tradisional di Jalan belakang pasar, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Bandung. Di sana, di sepanjang kanan kiri jalan menjual kebutuhan perabotan rumah tangga.

"Di sini aman saja, tapi kalau daerah lain tidak tahu," kata Wawan Taswana saat ditemui Tribun Jabar, di Jalan Belakang Pasar, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Bandung, Selasa (11/7/2017).

Wawan mengatakan, orang yang menggunakan panci untuk kegiatan tersebut hanya salah menggunakan melalui alat Panci.

Menurutnya, setiap pembeli yang datang tidak ada komentar apapun terkait peristiwa ledakan bom Buah Batu yang menggunakan Panci.

"Yang biasa beli saja tidak banyak komentar. Mudah-mudahan tidak ada kejadian apa-apa seterusnya. Jualan menjadi tidak ada gangguan," ujar pria asal Rajapolah, Tasikmalaya tersebut.

Dirinya menjelaskan menjual panci mulai dari harga Rp 40 Ribu sampai Rp 50 Ribu.

"Tergantung ukuran, di sini buatan tangan (Home Industry) dari Bogor," tutur Wawan yang mengaku usaha perabotan rumah tangga yang telah turun temurun sejak 60 tahun yang lalu. (Ery)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved