Kuota Siswa Rawan Melanjutkan Pendidikan di SMAN 20 Bandung Terpenuhi Setengahnya

Yeni Gantini, Kepala Sekolah SMAN 20 Bandung mengatakan jumlah RMP yang mendaftar ke sekolahnya memang tidak mencapai kuota 20 persen.

TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
SMAN 20 Bandung, Sabtu (20/7/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017, setiap sekolah negeri diwajibkan menerima siswa rawan melanjutkan pendidikan (RMP) sebesar 20 persen.

Tetapi faktanya tidak semua kuota itu terpenuhi, satu di antaranya adalah SMAN 20 Bandung.

Yeni Gantini, Kepala Sekolah SMAN 20 Bandung mengatakan jumlah RMP yang mendaftar ke sekolahnya memang tidak mencapai kuota 20 persen.

"Kan tergantung yg daftarnya ke sini. Kalau yg daftarnya kurang masa mau dipaksakan? Yang penting yang daftar ke sini tidak boleh ditolak," ujar Yeni Gantini kepada Tribun Jabar di Kantor Kepala Sekolah SMAN 20 Bandung, Sabtu (8/7/2017).

Kuota penerimaan siswa di SMAN 20 Bandung adalah 288.

Menurut catatan Yeni Gantini, siswa RMP yang sudah diterima di SMAN 20 Bandung lebih dari 10 persen atau sekira 30-an siswa.

Yeni Gantini juga menjelaskan, sisa kuota RMP tersebut ia salurkan kepada bakal calon siswa yang berprestasi.

Ia mengaku menyayangkan jika ada bakal calon siswa berprestasi tapi tidak ia terima.

"Dari 20 persen memang tidak terpenuhi kuotanya, tapi saya isi dengan non-akademik lainnya. Karena ini ada kosong, yang (jalur) prestasi gitu diisi," kata Yeni Gantini.


Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved