Awalnya Nenek Rohaya Ogah Dinikahi Pemuda 16 Tahun, Luluh Gara-gara Kata-kata Ini

Selamat harus berjuang keras untuk meyakinkan Rohaya untuk menerima ajakannya untuk menikah menjalin hidup berumah tangga.

Awalnya Nenek Rohaya Ogah Dinikahi Pemuda 16 Tahun, Luluh Gara-gara Kata-kata Ini
SRIPO
Selamat Riyadi dan Rohaya 

TRIBUNJABAR.CO.ID, BATURAJA - Untuk menikahi Rohaya (71), Selamat Riyadi (16) warga Desa Karang Endah, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bukan lah semudah membalikan telapak tangan.

Selamat harus berjuang keras untuk meyakinkan Rohaya untuk menerima ajakannya untuk menikah menjalin hidup berumah tangga.

Diketahui Rohaya merupakan seorang janda.

Diakui Rohaya awalnya ia tidak menerima langsung ajakan Selamat untuk menikah.

Ia awalnya ragu. Namun setelah diyakinkan Selamat, bahkan selamet berucap sayang dan Cinta mati padanya, hati Rohaya pun luluh untuk menerima ajakan menikah Selamat.

Terlebih Selamat meyakinkan Rohaya, dengan kata yang dinilai mengharukan.

"Saat itu Selamat bilang, saya cinta mati. Saya ingin menikahi bibik agar kita bisa saling menjaga. Tidak ada yang dapat memisahkan kita. Saya tidak peduli ada halangan atau rintangan. Siapa menghalangi saya akan lakukan apapun, akan saya bunuh siapa menghalangi atau yang mau memisakan kita," cerita Rohaya menirukan perkataan Selamat saat meyakinkan dirinya.

Mendengar hal itu, Rohaya tidak bisa bicara banyak dan akhirnya menerima ajakan Selamat untuk menikah.

"Saat itu saya jawab, tersesah kau. Yang jelas saya tidak memaksa. Kalau kau mau dan cinta sama saya ya sudah," cerita Rohaya.(Retno Wirawijaya/Sriwijaya Post)

Editor: Ravianto
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved