Jumlah Pengguna Pesawat pada Arus Balik Lebaran 2017 Turun, Ini Penjelasannya

Menurut data yang dirilis Bandara Husein Sastranegara, memang ada kemerosotan jumlah penumpang pada arus mudik dan arus balik tahun 2017 ini.

Jumlah Pengguna Pesawat pada Arus Balik Lebaran 2017 Turun, Ini Penjelasannya
TRIBUN JABAR/Wanti Puspa
Pesawat terparkir di Apron Bandara Husein Sastranegara, Senin (19/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG – Dibandingkan dengan musim libur Lebaran pada 2016 lalu, angka arus balik pemudik yang menggunakan pesawat terbang pada tahun ini cenderung menurun.

Hal itu diungkapkan Operation Service Manager Bandara Husein Sastranegara, Zainun Mansyur kepada Tribun Jabar di Bandara Husein Sastranegara, Senin (3/7/2017).

“Menurunnya kenapa? Karena ada rute-rute yang dihentikan oleh maskapainya,” ujar Zainun Mansyur.

Pengurangan rute perjalanan merupakan kebijakan masing-masing maskapai.

Menurut data yang dirilis Bandara Husein Sastranegara, memang ada kemerosotan jumlah penumpang pada arus mudik dan arus balik tahun 2017 ini.

Contoh, pada arus balik, jumlah aktivitas terpadat terjadi pada H+6 Lebaran, Minggu (2/7/2017).

Di hari tersebut jumlah keberangkatan domestik dari Bandara Husein Sastranegara adalah sebanyak 35 pesawat yang membawa 4.818 penumpang, sedangkan di tahun sebelumnya, pada H+6 Lebaran, jumlah keberangkatan domestik sebanyak 35 pesawat yang membawa 5.187 penumpang.

Terjadi penurunan sebesar 6,82% dari tahun sebelumnya.

Sedangkan jumlah kedatangan di Bandara Husein Sastranegara, sebanyak 35 pesawat yang membawa 5.251 penumpang.

Pada H+6 Lebaran 2016 lalu, jumlah kedatangan di Bandara Husein Sastranegara adalah sebanyak 35 pesawat yang membawa 5.538.

Setidaknya terjadi penurunan 4,04% pada kedatangan di Bandara Husein Sastranegara.

Padahal jumlah kursi yang tersedia masih sama, yaitu sebanyak 5.311 seat.

Zainun Mansyur menambahkan, dari angka tersebut, rute favorit penumpang masih didominasi rute Bandung-Surabaya.

 "Yang pertama Surabaya, terus Kualanamu (Medan), masih mendominasi, bawahnya Makassar, Balikpapan,” kata Zainun Mansyur. (*)

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved