Tidak Hanya Pedagang, Pemulung Pun Ikut Merasakan Keuntungan saat Arus Balik
Berkah libur lebaran rupanya tidak hanya dinikmati pemudik dan penjual oleh-oleh di pinggir jalan. Emid (58), pemulung botol plastik bekas pun ikut...
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Futhuriyyah Rufaidah Mahendra
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Berkah libur lebaran rupanya tidak hanya dinikmati pemudik dan penjual oleh-oleh di pinggir jalan.
Emid (58), pemulung botol plastik bekas pun ikut merasakan berkahnya.
Ketika ditemui Tribun Jabar di kawasan terminal bayangan Cileunyi, Sabtu (1/7/2017), Emid berbagi cerita mengenai pekerjaannya.
Setiap arus mudik dan arus balik lebaran, Emid mengaku pendapatannya selalu lebih besar dibandingkan hari biasa.
Bila hari biasa Emid hanya dapat mengumpulkan botol bekas sebanyak satu karung, di musim arus mudik dan arus balik Emid dapat mengumpulkan botol bekas hingga tiga kali lipatnya.
"Kalau musim ramai seperti arus balik ini bisa sampai tiga karung," ujar Emid.
Satu karungnya dihargai oleh pengepul sekira Rp 20 ribu.
Maka dalam arus mudik dan arus balik seperti saat ini, Emid dapat mengantungi uang hingga Rp 60 ribu dalam sehari.
"Bukan musim lebaran saja, hari libur panjang juga sama. Pokoknya yang mudik-mudik," ujarnya.
Hal ini, menurutnya, dikarenakan para pemudik yang beristirahat seringkali membeli banyak minuman botol dan membuang sampahnya sembarangan.
Meski mendapatkan hasil lebih banyak dibandingkan hari biasa, Emid mengungkapkan adanya penurunan dibandingkan musim mudik lebaran tahun lalu.
Menurutnya, musim mudik tahun ini tergolong sepi.
"Kalau tahun lalu (saat mudik) bisa empat hingga lima karung sehari," ujarnya.
Emid berharap arus kendaraan dapat lebih ramai lagi seperti tahun sebelumnya.
"Lebih ramai, lebih banyak yang beristirahat, lebih banyak juga botol bekas," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pemulung-di-cileunyi_20170701_144958.jpg)