Di Era Digital, Buku Ibarat Piringan Hitam dan Kaset

"Walau sekarang serba digital tapi minat warga Bandung untuk baca dan beli buku masih tinggi," ujarnya di Rumah Buku, Kota Bandung, Sabtu (1/7/2017).

Penulis: Isal Mawardi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Isal Mawardi
Suasana di Rumah Buku, Sabtu (1/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Supervisor Rumah Buku, Adhitya, menilai minat membaca buku warga Bandung tinggi.

Menurutnya, kebiasaan membaca buku tak tergerus era digital.

"Walau sekarang serba digital tapi minat warga Bandung untuk baca dan beli buku masih tinggi," ujarnya di Rumah Buku, Kota Bandung, Sabtu (1/7/2017).

Ia mengibaratkan buku dengan kaset dan piringan hitam dalam dunia musik.

Di era digital, banyak penikmat musik yang masih membeli kaset dan piringan hitam.

"Enakan baca buku kok daripada baca di handphone. Baca buku (cetak) lebih fokus daripada baca e-book," kata Adhitya.

Ia yakin pemburu bacaan tetap stabil bahkan meningkat.

"Saya optimistis toko buku masih diminati dan dicintai masyarakat, termasuk Rumah Buku," ujarnya.

Rumah Buku terletak di Jalan Supratman nomor 96, Cihaur, Kota Bandung, Jawa Barat. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved