Breaking News:

Kisah Kakak-Adik Terseret Ombak di Garut, Ada Mitos Saudara Sekandung Tak Boleh Berenang Bersama

Ekspresinya lesu sambil sesekali mengusap perutnya yang tengah mengandung anak pertamanya yang berusia 9 bulan.

yudha maulana/tribun jabar
Yulia (20, kiri), istri korban, dan kakak iparnya, Ade Kartiwa (42, kanan) kakak ipar korban terseret arus Pantai Cisereuh, Garut. /Yudha Maulana 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIPARAY - Yulia (20) hanya bisa menunggu kabar tentang suaminya, Naluri Wirama (23), warga Kampung Lambow, Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay yang terseret arus Pantai Cisereuh, Kecamatan Mekarmukti, Garut pada Senin (26/6) sore lalu.

Naluri terbawa hanyut bersama adik kandungnya Ghifari Fajri (13), warga Kampung Cikawung 4/7, Desa Wargamekar, Kecamatan Baleendah.

Ekspresinya lesu sambil sesekali mengusap perutnya yang tengah mengandung anak pertamanya yang berusia 9 bulan.

Matanya berkaca-kaca dan hanya bisa menjawab dengan pelan.

Ia berharap suami dan adik iparnya bisa segera ditemukan. Pasalnya, Tim SAR Gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap para korban Pantai Selatan.

"Suami saya berpesan, kalau mau melahirkan tidak perlu menunggu Aa (Naluri) datang, yang penting bisa selamat proses melahirkan dan sehat bayinya," ujar Yulia ketika ditemui Tribun di kediamannya di Kampung Lambow 4/8, Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (28/6).

Ia ingat betul, suaminya pergi ke pantai tanpa banyak mengucap kata. Pantai Cisereuh, dikatakan Yulia, pernah disebutkan suaminya sebagai destinasi wisata pascalebaran.

Hanya, ujar Yulia, suaminya mengatakan sekembalinya dari pantai, ia diajak untuk melengkapi perlengkapan bayi.

Ia pun melihat gelagat tak biasa dari suaminya yang memeluk beberapa perlengkapan bayi yang telah dibeli sebelumnya.

Halaman
12
Penulis: Yudha Maulana
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved