Idulfitri 1438 H

100 Kg Tape dan Dodol Terjual, Nono Dapat Omzet 5 Juta Sehari

Di hari biasa, Nono hanya bisa menjual tape dan dodol maksimal sebanyak 30kg-40kg, dengan omset maksimal Rp 2 juta per hari.

Tribun Jabar/Theofilus Richard
Dodol di kios Nono Priyatna, di terminal Leuwipanjang, Selasa (27/6/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Toko oleh-oleh khas Jawa Barat di Terminal Leuwipanjang mendapat rezeki di musim libur lebaran.

Bagaimana tidak, peningkatan penjualan sebuah toko oleh-oleh di Terminal Leuwipanjang bisa mencapai 100 persen.

"Kalau dodol itu lagi Lebaran gini, bisa dijual 100 kilogram. Tape juga bisa sampai 100kg," kata Nono Priyatna, satu di antara pedagang oleh-oleh di Terminal Leuwipanjang kepada Tribun Jabar, pada Selasa (27/6/2017).

Dari penjualannya tersebut, ia bisa mendapatkan omset hingga Rp 5 juta per hari.

Di hari biasa, Nono hanya bisa menjual tape dan dodol maksimal sebanyak 30kg-40kg, dengan omset maksimal Rp 2 juta per hari.

Selain tape dan dodol, ia juga menjual berbagai oleh-oleh khas Jawa Barat lainnya seperti sale pisang, dan keripik tempe.

Dua item tersebut sangat ramai diburu saat musim arus balik seperti saat ini.

"Kalau sale dan keripik tempe, itu sehari kira-kira bisa 100 bungkus. Kalau hari biasa ngga nyampe segitu," kata Nono.

Meski mendapat omset besar di Lebaran tahun ini, ia mengatakan penghasilannya tidak lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau dulu, sebelum tahun 2015, saya bisa stok (dodol) sampai satu ton," ujar Nono.

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved