Kamis, 16 April 2026

Masjid-masjid Tua di Indonesia, Ada yang Dibangun Tanpa Paku

Sejarahnya tertulis pada kitab-kitab yang ditinggalkan oleh pendiri Masjid Soko Tunggal ini yaitu Kyai Mustolih.

Editor: Ravianto
Masjid-masjid tua di Indonesia 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Indonesia terbentuk dari akulturasi budaya dan agama, salah satunya adalah Islam.

Ada banyak teori yang menjelaskan kapan tepatnya Islam masuk ke Nusantara.

Ada yang mengatakan sejak abad ke-7 SM, ada pula yang mengatakan sejak abad ke-13 oleh para pedagang muslim dari Arab, India, dan Persia. 

Tak heran Indonesia punya banyak bangunan bersejarah berupa masjid.

Berikut empat masjid tertua di Indonesia seperti dikutip dari Idea Online. 
1. Masjid Saka Tunggal, Banyumas (1288)
Masjid yang dibangun tahun 1288 ini terletak di Desa Cikakak, Banyumas, Jawa Tengah.

Sejarahnya tertulis pada kitab-kitab yang ditinggalkan oleh pendiri masjid ini yaitu Kyai Mustolih.

Tiang di Masjid Soko Tunggal, Banyumas
Tiang di Masjid Soko Tunggal, Banyumas (http://dinporabudpar.banyumaskab.go.id)

Sayangnya, kitab-kitab tersebut telah hilang.

Masjid Saka Tunggal
Masjid Saka Tunggal ()

Sesuai namanya yakni Saka Tunggal, masjid ini memiliki tiang penyangga bangunan masjid yang dulunya hanya satu buah.

2. Masjid Wapauwe, Ambon (1414) 
Masjid tertua di Maluku ini dibuat dari gaba-gaba (pelepah sagu yang dikeringkan) dan beratapkan daun rumbia.

Meski sudah sangat tua, Masjid Wapauwe masih digunakan untuk tempat beribadah.

Masjid Wapauwe
Masjid Wapauwe ()

Masjid ini berbentuk bujur sangkar. Konstruksi bangunan induknya dirancang tanpa memakai paku atau pasak pada setiap sambungan kayu. 

3. Masjid Ampel (1421) 
Masjid kuno ini terletak di Kelurahan Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Masjid ini didirikan pada 1421 oleh Sunan Ampel dengan luas 120x180 meter persegi.

Masjid Agung Ampel
Masjid Agung Ampel ()

Masjid ini dikelilingi bangunan dengan arsitektur gabungan Tiongkok dan Arab. Di samping kiri halaman masjid, terdapat sebuah sumur yang diyakini bertuah.

4. Masjid Agung Demak (1474)
Masjid Agung Demak dipercaya menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa, alias Wali Songo.

Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak (infosejarah)

Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, raja pertama dari Kesultanan Demak.

Bangunan induk masjid memiliki empat tiang utama yang disebut Saka Guru.

Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang, disebut Saka Majapahit.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved