Diskusi Publik Tribun Jabar, Netty Heryawan Ingatkan Tentang Bahaya Pernikahan Tanpa Visi

Menurutnya, keluarga harus membentuk jiwa anak saat masa perkembangan. Jika tidak, maka . . .

TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Netty Heryawan saat memberikan sambutan pada acara Diskusi Publik Tribun Jabar tahun 2017 yang mengambil tema Membangun Keluarga Bahagia Tanpa KDRT di Hotel Nexa, Kota Bandung, Rabu (21/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Netty Heryawan mengatakan setiap keluarga harus menghindari pernikahan tanpa visi, seperti pernikahan anak di bawah 18 tahun.

Hal itu dikatakan Netty Heryawan saat memberikan sambutan pada acara Diskusi Publik Tribun Jabar tahun 2017 yang mengambil tema 'Membangun Keluarga Bahagia Tanpa KDRT' di Hotel Nexa, Kota Bandung, Rabu (21/6/2017).

"Ada anak menikah usia 14 tahun, dua tahun lalu cerai. Siapa yang bertanggung jawab atas anak? Pasti Ibu. Dengan selembar ijazah SD yang dipunyai, mau kerja apa? " ujar Netty mencontohkan bahaya pernikahan tanpa visi.

Menurutnya, keluarga harus membentuk jiwa anak saat masa perkembangan.

Jika tidak, maka pengaruh negatif lah yang akan masuk.

Sehingga di bawah usia 18 tahun, pendidikan formal dan informal dari keluarga sangat penting.

Netty Heryawan juga mengritik regulasi yang memperbolehkan anak di bawah usia 18 tahun untuk menikah.

"Usia menikah di (negara) kita, 18 tahun untuk laki-laki dan 14 tahun untuk perempuan. Sedangkan usia anak-anak itu dari lima tahun sampai 18 tahun," jelasnya.

Usai memberi sambutan, Netty Heryawan langsung bergegas untuk berangkat menuju agenda berikutnya. (*)

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved