Breaking News:

RS Siloam Purwakarta Siapkan Code C Untuk Tangani Pasien Serangan Jantung

Menurutnya, penanganan serangan jantung perlu dilakukan secepat mungkin agar dampak dari serangan jantung ini tidak . . .

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Dokter spesialis jantung koroner RS Siloam Purwakarta, dr Mira Rahmawati, SpJP (K) saat menjelaskan serangan jantung koroner di RS Siloam, Jalan Raya Bungursari Purwakarta, Kamis (15/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Rumah Sakit (RS) Siloam mengusung program penanganan pasien serangan jantung di emergency department dengan menerapkan code C.

"Code C ini diberlakukan ketika ada pasien mengalami serangan jantung datang ke emergency department, yakni berupa panggilan bagi semua unit dalam penanganan serangan jantung," ujar dr Irwan Gandana selaku Direktur RS Siloam, di kantornya, Kamis (15/6/2017).

Ia menjelaskan, target waktu penanganan serangan jantung dari mulai datang ke ruang emergency hingga pemberian suntikan fibrinolitik adalah 30 menit. "Tindakan itu diharapkan dapat mengurangi kesakitan hingga kematian," katanya.

Menurutnya, penanganan serangan jantung perlu dilakukan secepat mungkin agar dampak dari serangan jantung ini tidak merusak organ dalam tubuh manusia saat setelah serangan jantung dialami pasien.

"Untuk penanganan Code C ini sudah ditanggung BPJS kesehatan sehingga akan memudahkan pasien. Kecuali untuk kateterisasi jantung itu belum tercover," katanya.

Pada kesempatan sama, spesialis jantung RS Siloam, dr Mira Rahmawati, SpJP (K) Penyakit jantung koroner disebabkan tersumbatnya tiga pembuluh darah koroner yang menyuplai kebutuhan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Tiga pembuluh darah koroner ini berada di kiri depan dan belakang serta di kanan jantung.

Tiga pembuluh darah ini berada tepat di atas permukaan jantung.

"Penyebab serangan jantung koroner ini karena tiga pembuluh darah ini tersumbat oleh plak," ujar Mira ditemui di RS Siloam, Jalan Raya Bungursari Purwakarta, Kamis (15/6).

Di Purwakarta, penanganan penyakit jantung koroner dinilainya sudah memadai, termasuk dari infrastruktur hingga sumber daya manusia. Mira termasuk dokter yang ditunjuk dalam penanganan jantung koroner.

Plak yang menyumbat pembuluh darah koroner ini terdiri dari sel mati, kolesterol dan kapur. Termasuk pengaruh nikotin rokok juga turut menyumbang jantung koroner.

"Kolestrol yang jadi plak ini berasal dari makanan, makanya hindari makanan-makanan berkolesterol tinggi. Seperti jeroan, gorengan hingga santan. Termasuk rokok, nikotinnya membuat dinding pembuluh darah jadi retak," kata perempuan lulusan Fakultas Kedokteran Unpad ini.

Sehingga, bisa dibayangkan jika plak bersumber dari kolesterol menyumbat lubang pembuluh darah dan nikotin membuat dinding pembuluh darah retak, potensi serangan jantung koroner tinggi sekali.

"Kondisi itulah yang membuat serangan jantung koroner. Makanya saya mengingatkan untuk menjaga pola makanan, pola hidup agar terus berolahraga," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved