Breaking News:

Kesehatan

Penyakit Jantung Koroner Lebih Bahaya dari Kanker, Ini Cara Mencegahnya Menurut Dokter Mira

Di Purwakarta, penanganan penyakit jantung koroner dinilainya sudah memadai, termasuk dari infrastruktur hingga sumber daya manusia.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Dokter spesialis jantung koroner RS Siloam Purwakarta, dr Mira Rahmawati, SpJP (K) saat menjelaskan serangan jantung koroner di RS Siloam, Jalan Raya Bungursari Purwakarta, Kamis (15/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Dokter spesialis jantung RS Siloam Purwakarta, dr Mira Rahmawati, SpJP (K) mengingatkan penyakit jantung koroner masih jadi sumber penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Bahkan, melebihi penyakit kanker yang kerap ditakuti masyarakat.

Penyakit jantung koroner disebabkan tersumbatnya tiga pembuluh darah koroner yang menyuplai kebutuhan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Tiga pembuluh darah koroner ini berada di kiri depan dan belakang serta di kanan jantung. Tiga pembuluh darah ini berada tepat di atas permukaan jantung.

Sakit Jantung
Sakit Jantung (web)

"Penyebab serangan jantung koroner ini karena tiga pembuluh darah ini tersumbat oleh plak," ujar Mira ditemui di RS Siloam, Jalan Raya Bungursari Purwakarta, Kamis (15/6/2017).

Di Purwakarta, penanganan penyakit jantung koroner dinilainya sudah memadai, termasuk dari infrastruktur hingga sumber daya manusia.

Mira termasuk dokter yang ditunjuk dalam penanganan jantung koroner.

Plak yang menyumbat pembuluh darah koroner ini terdiri dari sel mati, kolesterol dan kapur.

Termasuk pengaruh nikotin rokok juga turut menyumbang jantung koroner.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved