Miris, Bayi Berpenyakit Langka Ini Nasibnya Bergantung Pada Pengadilan

Bayi bernama Charlie Gard mengidap penyakit langka yang sulit disembuhkan. Otak Charlie terganggu sehingga tidak bisa menangis maupun tertawa.

Miris, Bayi Berpenyakit Langka Ini Nasibnya Bergantung Pada Pengadilan
mirror.co.uk
Charlie Gard 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Charlie Gard merupakan bayi yang mengidap penyakit langka.

Penyakit yang bernama mitochondrial depletion syndrome itu membuat otak Charlie terganggu.

Akibatnya, seluruh otot badan Charlie lemah dan Ia tak bisa menangis maupun tertawa.

Bahkan, pihak rumah sakit mengatakan bahwa Charlie tidak dapat melihat, mendengar, membuat suara, atau bergerak.

Dokter yang merawatnya sempat memvonis Charlie tak bisa disembuhkan lagi, termasuk dengan pengobatan percobaan di Amerika Serikat.

Pihak dokter meyakini jika perawatan penopang hidup hanya akan "memperpanjang proses kematian".

Oleh karena itu, pihak dokter menganggap bayi yang lahir Agustus 2016 ini tak akan bisa disembuhkan.

Hingga Pengadilan Tinggi London dan Kejaksaan Agung Inggris pun menyetujui vonis dokter tersebut.

Namun, pasangan Chris Gard dan Connie Yates tak tinggal diam, mereka langsung mengajukan banding.

Chris Gard, Connie Yates, dan Charlie Gard
Chris Gard, Connie Yates, dan Charlie Gard (thesun.co.uk)

Pengacara pasangan ini melaporkan kasus tersebut ke pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) Eropa di Strasbourg, Prancis.

Pengadilan HAM Eropa pun menerima laporan orang tua Charlie dan akan memutuskan apakah mengizinkan Charlie untuk berobat ke Amerika Serikat atau mengikuti rekomendasi dokter dan hukum Inggris.

Sebelumnya, pada Mei lalu hakim di pengadilan tinggi menetapkan bahwa para dokter dapat menghentikan perawatan penopang hidup.

Namun, orang tua Charlie berharap hakim pengadilan tinggi dapat membatalkan putusan itu.

Bahkan, pasangan tersebut sempat menggalang dana sebesar 1,3 juta poundsterling atau Rp 22,3 miliar melalui GoFundMe untuk biata perawatan Charlie di Amerika Serikat.

Indonesia pun ikut menyumbang sebesar 10.000 poundsterling atau Rp 170 juta.

Editor: Amalia Qisthyana Amsha
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved