Harapan Pengusaha Miniatur Kapal Berbahan Limbah Kayu kepada Pemkot Banjar
"Saya pernah mau jual plakat dan piagam dari pameran di Taman Mini karena tidak ada pemesan," ujarnya.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius.
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Toto Rizaldi (25), pengusaha miniatur kapal yang terbuat dari limbah kayu mengatakan berharap Pemerintah Kota Banjar membantu pemasaran produknya.
"Pemerintah Kota Banjar hanya pernah membeli beberapa miniatur kapal dan memajangnya di Pendopo Kota Banjar," ujar Toto Rizaldi saat ditemui Tribun Jabar di tokonya, Senin (12/6/2017).
Toko itu berdiri di Jalan Prof Ir Sutami, Procit, Kampung Ciaren, RT 29 RW 13 Kelurahan Karangpanimbal, Kota Banjar, Jabat.
Menurut, Toro Rizaldi Pemerintah Kota Banjar hanya beberapa kali mengadakan sosialisasi tanpa ada tindak lanjut.
Penghasilan sebagai perajin miniatur kapal, ucapnya, tidak menentu.
Bahkan, ia kerap kali tidak mendapat pesanan dalam satu bulan.
"Jika beruntung, dalam satu bulan saya bisa mendapatkan tiga jutaan tapi kalau sepi tidak ada yang memesan dalam sebulan," kata Toto Rizaldi.
Untuk kehidupan sehari-hari bersama keluarganya, ia harus cermat membelanjakan dan menyisakan uang.
Rumah yang ditinggali satu-satunya perajin miniatur kapal di Kota Banjar itu pun terbilang sederhana.
Toto Rizaldi, bahkan, pernah berniat menjual piagam dan plakat yang ia dapat setelah mengikuti berbagai pameran.
"Saya pernah mau jual plakat dan piagam dari pameran di Taman Mini karena tidak ada pemesan," ujarnya. (*)
Caption: Toko kecil milik Toto Rizaldi (25), yang digunakan untuk memajang miniatur kapal dari limbah kayu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/miniatur-kapal_20170612_193722.jpg)