Pilgub Jabar 2018

Restu Pusat Usung Kader di Pilgub Jabar Mandek? Akom Minta DPP Golkar Hargai Dedi Mulyadi

Politisi senior Partai Golkar Ade Komarudin yang akrab disapa Akom menegaskan DPP Partai Golkar harus . . .

Restu Pusat Usung Kader di Pilgub Jabar Mandek? Akom Minta DPP Golkar Hargai Dedi Mulyadi
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Politisi Golkar Ade Komarudin (ketiga dari kiri) disela peresmian Pondok Pesantren Tahfidz Yatim Piatu Al Muchtar dan SMP Islam Terpadu, Benteng Purwa di Desa Benteng Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta, Minggu (11/6). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Rekomendasi DPP Partai Golkar untuk Dedi Mulyadi maju di Pilgub Jabar belum ditandatangani oleh Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto.

Restu partai berlambang pohon beringin untuk Dedi yang juga Ketua DPD Golkar Jabar disebut-sebut mandek.

Seperti diketahui, kader Golkar yang akan maju di Pilgub Jabar adalah Dedi Mulyadi, yang menjabat Ketua DPD Golkar Jabar.

Dalam survei terakhir, Dedi menempati urutan tiga besar survei elektabilitas tertinggi berdasarkan Indo Barometer.

Baca: Aa Gym Siap Maju dalam Pilgub Jabar, Ini Kata Dedi Mulyadi

Dia berada di bawah Deddy Mizwar dan Ridwan Kamil.

Politisi senior Partai Golkar Ade Komarudin yang akrab disapa Akom menegaskan DPP Partai Golkar harus menghargai kader sendiri ihwal calon partai beringin di Pilgub Jabar 2018.

"Soal Pak Dedi, perjuangan dia untuk mencapai itu (survei masuk besar, Red) panjang sekali. Minimal DPP Golkar menghargai itu," kata Ade di sela peresmian Pondok Pesantren Tahfidz Yatim Piatu Al Muchtar dan SMP Islam Terpadu, Benteng Purwa di Desa Benteng Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta, Minggu (11/6/2017).

Meski begitu, ia menyebut DPP Golkar belum memberikan rekomendasi karena masih dalam proses, bukan berarti ada kendala yang membuat rekomendasi terhambat.

"Setahu saya tidak ada kendala, tidak mandek. Lagian setahu saya di Golkar tidak ada calon lain untuk Pilgub Jabar. Rekomendasi masih dalam proses," katanya.

Meski hasil survei menyebutkan Dedi masih berada di bawah Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar, Akom menilai dalam pilkada, hasil survei itu tidak selamanya menentukan.

Pada sejumlah kasus, di dua kali Pilgub Jabar misalnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat ini bisa memenangkan dua kali Pilgub Jabar, padahal elektabilitasnya masih rendah.

"Kami ingin menang, tapi dalam pertandingan ada kalah dan ada menang. Survei bisa jadi acuan, tapi survei juga bukan patokan untuk ambil keputusan, bukan segala-galanya," kata Ade. (*)

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved