Selasa, 14 April 2026

Pemkab Purwakarta Punya Utang Puluhan Miliar, Dedi Mulyadi Tidak Risau - Ternyata Ini Alasannya

Diakuinya, utang itu sudah diketahui oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sudah dicatatkan sebagai . . .

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat menerima pengaduan Ek (17) yang diduga jadi korban trafficking, Rabu (29/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Utang pembiayaan warga di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Purwakarta oleh Pemkab Purwakarta mencapai Rp 30 miliar. Utang tahun anggaran 2016 itu hingga kini belum dibayarkan.

Meski begitu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tidak risau dengan utang itu. Ia berdalih, utang itu untuk membiayai warganya yang sakit.

“Kami punya utang ke RS Bayu Asih nilainya sekitar Rp 30 miliar, itu utang tahun lalu, bagi kami wajar saja, artinya kami bekerja, ” kata Dedi di Purwakarta, Minggu (11/6).

Diakuinya, utang itu sudah diketahui oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sudah dicatatkan sebagai utang Pemkab Purwakarta. "BPK juga sudah mengkonfirmasi bahwa hutang tersebut bukan masalah, selama kami memiliki itikad baik untuk melakukan pembayaran," katanya.

Menurutnya, utang itu merupakan pembiayaan Pemkab Purwakarta pada warga dalam program Jaminan Masyarakat Purwakarta Istimewa (Jampis) atau pembiayaan warga yang sakit di rumah sakit plat merah tersebut.

"Di Purwakarta kan orang sakit dibayar pemerintah lewat Jampis, disamping ada BPJS Kesehatan," katanya.

Dengan nilai utang itu, Dedi menegaskan itu sebagai indikator bahwa pemerintah memberikan pelayanan kesehatan pada warganya dengan gratis.

Sehingga menurut dia, ini merupakan cermin dari komitmen Pemkab Purwakarta untuk memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

“Saya sih senang saja karena pemda berhutang untuk kepentingan masyarakat, kan gak ada problem, itu hutang bekas membiayai orang sakit, daripada hutang bekas belanja pegawai, hayoh?” ujarnya.

Pemkab Purwakarta menggandeng 11 rumah sakit untuk melayani warga dengan program Jampis. “Itu tunggakan Tahun 2016. Saya dan staff saya sudah menghitung dan Insya Allah segera beres. Tertundanya pembayaran ini kan akibat target pendapatan kita tidak tercapai,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved