Mantan Gubernur yang Pernah Ajak Soeharto Mandi di Sungai Ini Sedih Banyak yang Tak Hargai Pancasila
Pada Wardi, Mang Ihin mengungkapkan kesedihannya melihat keadaan warga yang tidak menghargai Pancasila.
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Solihin Gautama Purwanegara sempat menyampaikan ketakutan terbesarnya pada Wardi, asisten pribadinya.
Meski masih dirawat di Rumah Sakit Advent Bandung, keadaan Solihin GP saat ini sudah membaik.
Namun, mantan Gubernur Jawa Barat yang pernah mengajak Soeharto mandi di sungai itu sempat mengungkapkan ketakutannya pada Wardi.
Ketika ditemui Tribun Jabar di lobby RS Advent, Sabtu (10/6/2017), Wardi bercerita ada hal yang membuat Solihin GP tidak tenang hingga sulit tidur.
"Kaburu saya tepi, negara can beres (Keburu saya sampai, tetapi negara belum selesai), kata Bapak (Solihin GP)," ungkap Wardi.
Wardi menjelaskan, ketakutan terbesar Solihin GP adalah tidak mampu menyelesaikan kekacauan negara.
Solihin GP khawatir bila dirinya meninggal negara dalam keadaan semrawut.
Mantan Gubernur Jawa barat itu mengungkapkan ketakutannya tersebut ketika berada di ruang ICU.
"Saat itu memori dan pikiran bapak yang dulu, waktu zaman perang, terbuka lagi. Itu mungkin sebab ketakutannya," ujar Wardi.
Wardi bercerita, pria yang akrab dipanggil Mang Ihin itu menjelaskan padanya mengenai konsep Pancasila.
Menurut Mang Ihin pada Wardi, negara Indonesia itu ditebus dengan darah dan air mata.
Pada Wardi, Mang Ihin mengungkapkan kesedihannya melihat keadaan warga yang tidak menghargai Pancasila.
"Bapak hanya ingin Indonesia jadi lebih sejahtera dan aman untuk masyarakat."
Hingga saat ini, Solihin GP masih dirawat di RS Advent Bandung akibat stroke yang menyerangnya.(*)