Dari Tasikmalaya, Bocah 11 Tahun Ikut "Ngamen" bersama Angklung Batara
"Waktu kecil, saya suka sekali mendengar gemerincing bambu-bambu yang terdengar seperti lagu," ujarnya. Didi dan kawan-kawan sering mencari keramaian.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Pengunjung pasar dadakan di Gasibu dihibur suara angklung dan drum pada Minggu (4/6/2017) pagi.
Hiburan itu berasal dari grup Angklung Batara dari Tasikmalaya.
Suara dua alat musik itu mengiringi Angklung Batara saat menyanyikan "Selimut Tetangga" milik Repvblik Band, "Kereta Malam" Soimah Pancawati, dan beberapa lagu bahasa Sunda.
Ada tujuh anggota Angklung Batara.
Pemain musik termuda, Didi (11), memainkan alat musik angklung.
Kecintaan bocah itu terhadap angklung muncul tiga tahun lalu, saat masih kelas dua sekolah dasar (SD).
"Waktu kecil, saya suka sekali mendengar gemerincing bambu-bambu yang terdengar seperti lagu," ujarnya.
Bersama Angklung Batara, ia memainkan angklung untuk menyalurkan hobi sekaligus untuk mendapatkan uang.
Didi dan kawan-kawan sering mencari keramaian untuk beraksi.
"Kami biasanya main di Pasar Gasibu, Pasar Ciroyom, Pasar Andir, acara pernikahan, dan sunatan," katanya.
Angklung Batara memiliki dua base camp yakni di daerah Manunggal, Tasikmalaya, dan Kiara Condong, Kota Bandung.
Kelompok ini, sebenarnya, tak sendirian tapi bersama dua grup Sangkruang dan Pandawa.
Jika digabungkan, tiga grup musik ini bisa mencapai Rp 1,2 juta per hari. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/angklung-barata_20170607_145809.jpg)