BNN Kota Bandung Gelar KIE-P4GN di Yogya Training Center

Badan Narkotika Nasional Kota Bandung kembali menggelar program Komunikasi Informasi Edukasi Pencegahan dan . . .

BNN Kota Bandung Gelar KIE-P4GN di Yogya Training Center
TRIBUN JABAR/CIPTA PERMANA
Kepala BNN Kota Bandung AKBP Yeni Siti Saodah, S.Sos., MH memberikan penyuluhan dan pemahaman terkait bahaya penyalahgunaan narkoba kepada para karyawan Yogya Group, di Yogya Training Center, Jalan Sunda Nomor 54, Kota Bandung, Rabu (24/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Badan Narkotika Nasional Kota Bandung kembali menggelar program Komunikasi Informasi Edukasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (KIE-P4GN). Program tersebut sebagai langkah mengurangi dampak dan pencegahan peredaran narkoba di lingkup unsur para pekerja atau karyawan di Kota Bandung.

Pada kegiatan kali ini, KIE-P4GN BNN Kota Bandung melibatkan sekitar 40 orang peserta yang merupakan karyawan dari sebuah perusahaan ritel modern (supermarket) Yogya Group.

Para peserta yang didominasi oleh karyawan di bagian umum dari beberapa cabang perusahaan Yogya Group tersebut mendapatkan pembekalan mengenai pengetahuan dasar mengenai bahaya narkoba, trik atau metode menghingdarkan diri dari narkoba dilingkungan karyawan, dan pengenalan deteksi dini penyalahgunaan narkoba.

Kepala BNN Kota Bandung, AKBP Yeni Siti Saodah, S.Sos., MH mengatakan program kegiatan KIE-P4GN ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat luas dari terciptanya proses perubahan dan tumbuhnya karakter serta perilaku anti penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

"Pada kegiatan kali ini kami berkesempatan memberikan edukasi dan penyuluhan kepada para karyawan Yogya yang mungkin sudah mengetahui tentang bahaya dari penyalahgunaan narkoba ini, akan tetapi kami berikan pemahaman mendalam mengenai jenis, bentuk, serta dampak yang ditimbulkan dari narkoba," ujarnya kepada Tribun di sela kegiatan penyuluhan narkoba di Yogya Training Center, Jalan Sunda Nomor 54, Kota Bandung, Rabu (24/5).

Menurut Yeni, karyawan merupakan ujung tombak perusahaan yang dapat bersentuhan langsung dengan sesama karyawan, konsumen dan juga lingkungan di sekitarnya. Karena berdasarkan survey yang dilakukan BNN Pusat 33% bahaya narkoba berada dikalangan para pekerja. Hal tersebut disebabkan, karena karyawan atau pekerja telah memiliki penghasilan yang cukup untuk mendapatkan narkoba di bandingkan kalangan lainnya seperti pelajar atau mahasiswa. Sehingga melalui para karyawan dibagian umum ini pesan atau kampanye bahaya dan stop narkoba perlu disampaikan.

Disinggung mengenai tingkat penyebaran narkoba di lingkup Kota Bandung, setiap tahunnya, Yeni mengaku menurun, hal tersebut seiring dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya dari penyalahgunaan narkoba.

"Kesadaran akan penyalahgunaan narkoba ini terus meningkat, dibuktikan di tahun 2015 sebanyak 600 orang di Kota Bandung yang mendapatkan pelayanan rehabilitasi, sedangkan di tahun 2016 menjadi 1200 orang. Disitu jelas adanya peningkatan kesadaran masyarakat," Kata Yeni menjelaskan.

Yeni berharap setelah mendapatkan pembekalan penyuluhan ini, Kata Yeni, para karyawan Yogya ini dapat mengenal dan memahami ciri-ciri atau dampak yang bersinggungan langsung dengan bahaya narkoba, seperti adanya di dalam sebuah produk atau lingkungan kerjanya untuk segera melaporkan kepada BNN Kota Bandung, sehingga dapat segera ditindak lanjuti.

"Saya berharap para karyawan yang sudah mendapatkan pembekalan ini dapat menyebarluaskan pesan bahaya narkoba ini kepada keluarga terdekat, lingkungannya dan masyarakat sekitar. Sehingga lebih banyak orang mengetahui dan secara bersama-sama dapat memagari Kota Bandung ini untuk meminimalisir peningkatan pernyalahgunaan bahaya narkoba," ucapnya.

Sementara itu HCD Manajer Yogya Group, Ronald K Kumowal mengatakan program KIE-P4GN yang dimiliki BNN Kota Bandung terkait penanggulangan bahaya narkoba selaras dengan nilai-nilai visi yang diusung oleh Yogya Group. Terlebih menurutnya sekitar 50% para karyawan di Yogya Group merupakan generasi muda yang berusia diantara 30-40 tahun. Kategori usia ini, kata Ronald merupakan usia yang rentan dalam peredaran bahaya narkoba.

Maka dari itu, pihaknya merasa perlu dan sangat mendukung mengenai program yang dilakukan oleh BNN Kota Bandung tersebut dalam menekan penyalahgunaan bahaya narkoba di lingkungan para karyawan, khususnya karyawan di Yogya Group.

Ronald mengungkapkan saat ini karyawan di Yogya Group berjumlah 20000 orang, dengan penyebaran pemahaman terkait bahaya narkoba ini oleh sebagaian kecil karyawan yang mendapakan pemahaman edukasi bahaya narkoba ini dapat berdampak luas dengan mempengaruhi semangat positif bersama bagi jumlah karyawan lain secara signifikan.

"Manfaat yang dirasakan apabila karyawan dapat hidup sehat dan bebas dari narkoba, buka hanya dirasakan oleh perusahaaan, namun juga oleh keluarga masing-masing dan juga masyarakat sekitar secara umum," ujarnya di lokasi yang sama. (tap)

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved