Totalnya Ada 9 Miliar Ton, Hanya 30 Persen yang Jadi Batubara
Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin, mengatakan bahwa cadangan batubara saat ini adalah sebanyak . . .
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Perusahaan tambang batubara nasional, PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA, mencoba melakukan transformasi bisnis baru di luar batu bara. Hal ini karena cadangan batubara yang masih begitu banyak namun tidak bisa dimanfaatkan sebagai batubara utuh sehingga tidak bisa diproduksi secara ekonomis.
Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin, mengatakan bahwa cadangan batubara saat ini adalah sebanyak 9 miliar ton. Namun dari jumlah tersebut, tidak seluruhnya bisa diproduksi menjadi batubara utuh.
"Dari sembilan miliar ton itu, hanya tiga miliar saja yang bisa diproduksi menjadi batubara," kata Arviyan usai melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan ITB di Gedung Rektorat ITB, Selasa (23/5/2017).
Arviyan mengatakan bahwa masih ada sisa 6 miliar ton batubara yang bisa diolah menjadi produk lain yang bernilai ekonomis. Untuk itulah, kata dia, pihaknya menggandeng ITB terkait kerjasama riset dan pengembangan di bidang energi dan industri.
Menurut Arviyan, sisa 6 miliar ton batubara itu bisa ditransformasikan menjadi sumber ekonomis lain selain batubara semisal gasifikasi batubara, biomassa untuk menghasllkan sintesis gas (CO dan H2) untuk memproduksi methanol dan produk turunan batubara, di antaranya dimethyl ether (DME), yaitu sejenis bahan bakar sebagal penggantl elpiji, olefin, amoniak, dan urea.
"Sesuai dengan visi PTBA untuk menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia yang Peduli Lingkungan", kami mendukung kajian untuk mengolah batubara menjadi beberapa produk derivatifnya, sehingga PTBA merasa perlu untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya dari kalangan perguruan tinggl sepertl ITB," ujar Arviyan.
Selain melaksanakan kerjasama pada bidang riset gasifikasi batubara kalori rendah dan gasifikasi biomassa, Aryiyan mengatakan bahwa kerjasama ini juga akan meliputi riset pembuatan karbon komposit dari bahan biomassa, riset pembuatan fuel cell, riset pembuatan solar cell, dan kerjasama dalam bidang pendidikan.
"Dari kerjasama ini, kami berharap ITB mampu memperkaya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pemanfaatan batubara untuk menghasilkan berbagai produk derivatifnya. Selaln ltu, kami juga berharap mela|ul kerjasama lnl PTBA dapat meningkatkan potensi bisnis dari hasil riset yang dijalankan bersama dengan lTB, sebagal baglan dari strategi pengembangan bisnis," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor ITB yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bermawi Priyatna Iskandar, mengatakan bahwa ITB memiliki berbagai ahli di bidang yang berkompeten menangani harapan PTBA.
"Kami memiliki tenaga yang sudah memiliki pengalaman banyak di bidang ini. Kami berharap selain bisa turut membantu PTBA, kami juga bis amemiliki hasil riset yang bisa diaplikasikan langsung untuk para mahasiswa," katanya. (set)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dirut-arviyan-arifin-mou-kerjasama-pt-bukit-asam-persero-dengan-itb_20170523_215251.jpg)