Breaking News:

Perayaan Waisak

Video: Ini Pesan Damai Perayaan Waisak di Lembang

Adapun kegiatan dimulai dari pembacaan paritta pemberkahan, dilanjutkan pindapatta (penerimaan dana dan makanan kepada Bikkhu

Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Ichsan

LEMBANG< TRIBUNJABAR.CO.ID - Pada perayaan Hari Suci Waisak ke-2561BE/2017 di Vihara Vipassana Grha Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (21/05/2017), disampaikan pesan perdamaian. Umat Budha dan umat beragama lainnya diharapkan bisa menjaga perdamaian dan ketentraman bangsa.

Sedikitnya 1.500 penganut agama Budha dari berbagai daerah di Jawa Barat, beserta 60-70 bikhu/bhante dari Thailand dan Indonesia ikut hadir dalam puja bakti tersebut. Seluruh rangkaian prosesi peribadatan di satu vihara terbesar di Jabar tersebut, diikuti dengan khidmat oleh umat Budha yang berasal dari berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Tangerang dan Bekasi.

Adapun kegiatan dimulai dari pembacaan paritta pemberkahan, dilanjutkan pindapatta (penerimaan dana dan makanan kepada Bikkhu), pradaksina (mengelilingi candi), lalu kemudian penyampaian pesan atau makna Tri suci Waisak 2561 BE kepada para umat dari para biksu dari Thailand dan Indonesia di ruang Dhammasala.

Rohaniawan Budha sekaligus Kepala Vihara Vipassana Grha Lembang Bhante Wongsin Labhiko Mahathera mengatakan, puncak peringatan tri suci waisak telah dilakukan di Candi Borobudur, Magelang, Jateng, beberapa hari lalu. Sedangkan di Vihara Vipassana Graha baru dilaksanakan sekarang.

"Hari ini kami merayakan hari tri suci waisak di tempat kami pribadi karena tidak semua orang bisa ke Borobudur. Dalam kesempatan ini kami sampaikan selamat hari Tri Suci Waisak kepada seluruh umat Buddha di Indonesia," ujarnya.

Acara dilangsungkan secara sederhana tetapi kegiatan ini diikuti juga oleh bikhu dari Thailand dan Indonesia. Ia mengatakan esensi dari perayaan hari suci waisak adalah mengingat kembali ajaran guru agung Budha Gotama. Tiga peristiwa penting pada hari waisak, yakni kelahiran sang budha, pencapain penerangan sempurna dari sang budha serta meninggalnya sang budha.

"Sesuai ajaran Buddha adalah pedoman hidup yang harus diciptakan yaitu mengangkat diri sendiri menjadi orang yang sadar, jangan gampang terpancing untuk melakukan sesuatu tanpa kesadaran atau kebijaksanaan. Apa pun yang terjadi, umat Buddha harus tetap tenang karena agama dan kepentingan bangsa yang sangat penting," tuturnya.

"Kami pesankan kepada umat budha, pasal pertama tidak melakuakan kejahatan, kedua melakukan kebajikan sebanyak-banyaknya dan juga disertai dengan sucikan hati dan pikiran," katanya.

Mahathera juga menyampaikan pesan perdamaian pada acara perayaan waisak kali ini, dirinya berpesan kepada umat Buddha dan umat beragama lainnya agar bisa menjaga perdamaian dan ketentraman bangsa. Serta jangan terpancing untuk melakukan sesuatu tanpa kesadaran demi menjaga keutuhan dan ketentraman bangsa.

"Kita bersama-sama jaga keutuhan bangsa, jangan jadi orang yang gampang diajak melakukan hal yang tidak bermanfaat. Apa yang sudah kita berikan untuk bangsa dan negara Indonesia ini, perdamaian harus terus kita jaga," lanjutnya. (mud)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved