Pemahaman Masyarakat Tentang BPR Masih Kurang
Industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) hadir dan tumbuh berkembang sebagai respon atas paket kebijakan Oktober tahun 1988 tentang . . .
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) hadir dan tumbuh berkembang sebagai respon atas paket kebijakan Oktober tahun 1988 tentang kejelasan mengenai keberadaan dan kegiatan usaha BPR. Meski sudah ada landasan hukum yang jelas sebagai salah satu jenis bank selain Bank Umum, namun tingkat pengenalan masyarakat terhadap BPR-BPRS masih kurang dan terkesan hanya untuk meminjam uang.
"Untuk itu, Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia atau Perbarindo ingin meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat terhadap perbankan khusuanya industri BPR-BPRS," kata Ketua Persatuan BPR-BPRS (Perbarindo) Jawa Barat Andi Gunawan pada acara Gerak Jalan Sehat Perbarindo di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (21/5/2017).
Untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan industri BPR-BPRS sebagia industri keuangan , Perbarindo sepakat menjadikan momentum Hari kebangkitan Nasional 21 Mei sebagai Hari BPR-BPRS Nasional. Menurutnya, pemilihan tanggal tersebut didasari semangat kebangkitan nasional dengan harapan semangat ini bisa menularkan, menginspirasi, dan membangun semangat untuk bangkit serta tumbuhnya industri BPR-BPRS di Indonesia.
Adanya Hari BPR-BPRS juga untuk memperkuat branding positif BPR-BPRS di mata masyarakat sehingga mendorong minat masyarakat untuk menggunakan jasa dan produk BPR-BPRS. "Diresmikannya Hari BPR-BPRS juga untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap jasa keuangan khususnya pelayanan dari industri BPR-BPRS," katanya. (tif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gerak-jalan-sehat-perbarindo-dan-peresmian-hari-bpr-bprs-nasional_20170521_230354.jpg)