Sorot

Emil-Dedi

DUA pekan lalu muncul wacana untuk menyandingkan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dengan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi . . .

Emil-Dedi
DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Ichsan, Wartawan Tribun Jabar 

Tentgang hal ini, dalam beberapa kesempatan Ketua DPD PDIP Jabar, Tb Hasanudin, kerap mendorong kader muda PDIP untuk maju dalam kontestasi Pilgub Jabar.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para kader PDIP, hingga kini belum muncul kader PDIP yang cukup kuat untuk diusung sebagai calon gubernur. Jadi pilihan untuk membidik kursi Jabar dua tampaknya pilihan yang realistis.

Bagaimana dengan Deddy Mizwar. Aktor kawakan yang kini menjabat sebagai Wagub Jabar itu tampaknya akan diusung sebagai calon gubernur oleh Gerinda dan PKS serta mitra koalisisnya. Siapa yang akan mendampingi Deddy, tampaknya peluang terbesar ada pada diri Netty Prasetyani, kader PKS yang juga istri Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan.

Sama seperti PDIP, tanpa mengurangi rasa hormat kepada para kader Gerindra, hingga kini belum muncul kader dari partai pimpinan Prabowo Subianto itu yang cukup kuat untuk diusung sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur Jabar.

Pasangan Deddy Mizwar dan Netty Prasetyani juga bisa menjadi alat politik balas jasa dari Gerindra kepada PKS. Sebelumnya PKS rela tidak mengusung kadernya dalam Pilgub DKI Jakarta. PKS mendukung pasangan Anies Baswedan (nonpartai) dan Sandiaga Uno (kader Gerindra) dalam Pilgub DKI Jakarta.

Lantas siapa yang akan mendampingi Dedi Mulyadi. Kemungkinan yang akan berpasangan dengan Dedi adalah Desy Ratnasari, artis sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Sinyal untuk itu sudah terlihat ketika Dedi menggelar pertemuan dengan ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan di Subang, Jawa Barat, dua pekan lalu. Kedua pihak bahkan sepakat membentuk poros jabar.

Dedi juga membutuhkan figur artis untuk mendongkrak popularitasnya. Dan jangan salah, dua kali gelaran Pilgub Jabar selalu dimenangi oleh pasangan yang satu di antaranya berprofesi sebagai artis.

Apakah Pilgub Jabar hanya akan diikuti oleh tiga pasangan. Ini juga belum tentu. Sangat mungkin nanti di injury time, Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan mitra koalisinya akan memberikan kejutan, sama seperti ketika memunculkan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat Pilgub DKI Jakarta 2017. Siapa yang akan diusung olah Partai Demokrat dan mitra koalisinya.
Mari kita lihat saja seperti apa perkembangan Pilgub Jabar 2018. (*)

Naskah ini juga bisa dibaca di koran Tribun Jabar edisi Senin (8/5/2017).

Penulis: Ichsan
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved