Keluarga

Anggapan yang Salah Soal Seks Setelah Punya Anak, Tapi Banyak yang Percaya

Walau bulan-bulan pertama memiliki anak adalah masa yang cukup melelahkan terutama bagi ibu, namun harus menyadari bahwa kesibukan itu tidaklah ...

Net
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Mitos soal tiada atau kurangnya hubungan seks setelah pasangan memiliki anak seringkali dilontarkan pada para ayah baru. “Say good bye to sex”, kata orang-orang. Kamu akan sulit mencari waktu untuk bercinta. Kalaupun ada waktu, tenaga sudah habis karena mengurus anak. Bahkan bila sempat, kegiatan itu akan sering terputus karena anak terbangun atau hal-hal lain.

Meskipun hal-hal itu dirasa wajar dan menjadi pengetahuan umum, namun tidak semuanya benar. Ada banyak hal tentang seks setelah memiliki anak yang bisa didekati dengan sudut pandang berbeda. Inilah 5 anggapan soal seks setelah menjadi ayah, dan bagaimana menghadapinya:

Hubungan seks penting untuk orangtua

Memiliki anak membuat para orangtua terbagi perhatiannya dan tidak lagi memprioritaskan pasangan. Oleh karenanya ada anggapan bahwa kita harus selalu melakukan hubungan seks agar kemesraan tetap ada.

Faktanya, meskipun bercinta akan memberi kehangatan, namun penelitian menunjukkan bahwa hubungan seks bukanlah faktor utama yang menentukan rasa kebersamaan dan kedekatan dengan pasangan. Kedekatan akan lebih terbentuk lewat erotisisme.

Apakah bedanya? Psikoterapis Esther Perel menyebutkan bahwa erotisime lebih terkait pada perhatian, sentuhan, atau kejutan-kejutan pada pasangan. Menurutnya, ketika pasangan mulai saling menumbuhkan rasa sayang dan ketertarikan satu sama lain seperti halnya mereka menyayangi anaknya, sikapnya pun akan berubah. Bila rasa sayang dan tertarik itu berujung pada seks, maka mereka akan mendapatkan percintaan yang lebih berkualitas juga.

Memiliki anak, gairah hilang

Walau bulan-bulan pertama memiliki anak adalah masa yang cukup melelahkan terutama bagi ibu, namun kita harus menyadari bahwa kesibukan itu tidaklah selamanya. Memiliki anak memang akan mengubah seks, namun perubahan itu tidak selalu berarti menjadi buruk.

Peneliti dari Georgia State University menemukan bahwa orangtua yang berbagi tanggungjawab mengasuh anak memiliki kepuasan seks yang lebih tinggi dan merasa lebih bahagia bersama pasangannya. Ini secara tidak langsung merupakan saran bagi para ayah untuk ikut mengurus anaknya. 

Tidak ada waktu bercinta

Halaman
12
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved