Rabu, 8 April 2026

Ketua MPR Zulkifli Hasan Menolak Tegas Keputusan Hak Angket KPK

Dengan tegas, kami (MPR) menyatakan mendukung penuh KPK untuk mengungkap kasus-kasus besar.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Kisdiantoro
CIPTA PERMANA
Ketua MPR-RI, Zulkifli Hasan memberikan kuliah umum seminar nasional tekait sosialisi empat pilar kebangsaan di Aula Fakultas Industri Kreatif Telkom University, Jalan Telekomunikasi, Bandung, Sabtu (29/4/2017) / cipta Permana. 

BANDUNG,TRIBUNJABAR.CO.ID - Ketua MPR-RI, Zulkifli Hasan menolak tegas dengan adanya putusan hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat sidang paripurna DPR RI.

Menurutnya putusan hak angket tersebut dinilainya sangat terburu-buru dan diputuskan secara sepihak oleh Wakil Ketua DPR-RI Fahri Hamzah selaku pemimpin sidang, tanpa memperhatikan pendapat sejumlah fraksi partai yang menolak keputusan hak angket tersebut, pada Jumat (28/4/2017)

Zulkifli mengatakan putusan hak angket KPK kepada Presiden yang digulirkan  komisi III DPR terkait penyidikan kasus korupsi e-KTP yang dilakukan KPK, sangat bertolak belakang dengan upaya KPK yang sedang gencar mengusut kasus-kasus besar yang ada di Indonesia. Yang tentunya akan berdampak pada kecurigaan dan pertanyaan besar publik terhadap DPR selaku lembaga legistatif dan apabila keputusan ini didukung oleh partai-partai pemerintah di dalamnya.

"Dengan tegas, kami (MPR) menyatakan mendukung penuh KPK untuk mengungkap kasus-kasus besar. Kita menolak hak angket tersebut, apalagi di putuskan secara sepihak," ujarnya kepada awak media seusai memberikan kuliah umum seminar nasional tekait sosialisi empat pilar kebangsaan di Aula Fakultas Industri Kreatif Telkom University, Jalan Telekomunikasi, Bandung, Sabtu (29/4/2017)

Lanjut, Zulkifli, MPR sebagai lembaga yudikatif tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan hak angket tersebut.
Karena keputusan tersebut hanya ada di DPR dan Presiden selaku pemimpin negara.

"Karena tidak diberikan kesempatan menyampaikan pendapatnya, kami jelas menolak, apalagi PAN sudah saya perinthkan untuk menolak, dan semua memang menolak," ujarnya.
(Dd)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved