Kurang Promosi dan Jeleknya Infrastruktur Hambat Pariwisata di Jabar

Pada 2016, pertumbuhan pariwisata Jawa Barat sempat mandeg dan baru pada pertengahan tahun meningkat.

TRIBUN JABAR/M SYARIEF ABDUSSALAM
Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, membuka  Rapat Kerja Daerah III Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Barat di Hotel Hilton Bandung, Rabu (26/4). 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Masih kurangnya sarana serta infrastruktur transportasi yang terintegrasi di Jawa Barat, dan promosi yang kurang gencar, dinilai sebagai penyebab masih kurangnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat. Tahun ini ditargetkan sebanyak 1,2 juta wisatawan mancanegara mengunjungi Jawa Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, dalam Rapat Kerja Daerah III Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Barat di Hotel Hilton Bandung, Rabu (26/4), mengatakan dari 46,1 juta wisatawan yang mengunjungi berbagai objek wisata di Jawa Barat pada 2016, hanya 1,1 juta di antaranya yang merupakan wisatawan mancanegara.

"Jalan darat tidak ada masalah, karena kita punya banyak ruas jalan tol juga. Yang masih jadi kendala adalah jalur laut dan udara, makanya dengan dibangunnya Bandara Internasional Jabar di Kertajati dan Pelabuhan Patimban di Subang, juga bandara kecil di Pangandaran dan Sukabumi, 2019 Jabar harus jadi destinasi wisata terbesar," kata Deddy.

Bandara dan pelabuhan, katanya, harus terintegrasi konektifitasnya dengan jalan tol dan jalan raya dengan baik. Dengan digabungkan bersama sarana transportasi umum yang konsisten secara waktu tempuh dan kapasitasnya, ucap Deddy, wisatawan mancanegara akan semakin tertarik dan nyaman mengunjungi Jawa Barat.

"Jawa Barat ini punya banyak sekali objek wisata, potensinya sangat besar. Tinggal konektifitasnya, ditunjang dengan promosi gencar, dan penawaran paket-paket wisata yang variatif, kita harus siap dengan ledakan jumlah wisatawan," katanya.

Selain ratusan objek wisata di Jawa Barat yang selama ini selalu dikunjungi wisatawan, katanya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah berupaya menjadikan Geopark Ciletuh di Sukabumi menjadi Unesco Global Geopark. Selain dengan promosi yang gencar, Ciletuh pun didorong untuk menjadi venue surfing pada Asian Games 2018.

Ketua ASITA Jawa Barat, Budijanto Ardiansjah, mengatakan target 1,2 juta wisatawan mancanegara pada 2017 bisa dicapai di antaranya melalui promosi yang gencar. Tahun lalu, katanya, Pemprov Jabar dinilai kurang gencar mempromosikan pariwisatanya.

Kurang gencaranya promosi, katanya, terlihat dari tidak adanya objek pariwisata Jawa Barat yang masuk pada 10 destinasi pariwisata baru Indonesia 2016. Juga, objek wisata Jawa Barat tidak muncul dalam iklan-iklan yang ditayangkan dalam program Visit Indonesia tahun lalu.

"Pada 2016, pertumbuhan pariwisata Jawa Barat sempat mandeg dan baru pada pertengahan tahun meningkat. Dengan support promosi oleh Pemprov Jabar, lobi yang baik dengan pemerintah pusat dan pihak lainnya, kita bisa sangat maju ke depannya," katanya.

Pemerintah pun, katanya, didorong untuk menciptakan pariwisata yang berkualitas, yakni pariwisata yang tidak hanya menimbulkan kemacetan di jalan raya, melainkan membuat para wisatawan menginap di hotel, berbelanja, makan di restoran, dan menggunakan transportasi umum.

"Belum tentu wisatawan yang bikin jalan macet itu menginap di hotel, belanja, mengunjungi objek wisata, atau makan di restoran. Bisa saja mereka cuma ngongkrong. Inilah yang harus kita dorong, pariwisata yang berkualitas. Kita promosi ke daerah lain, mereka ke Bandung pakai pesawat, kemudian dipastikan mengina di hotel dan makan di restoran, selain mengunjungi objek wisata dan belanja," katanya.

Budijanto mengatakan jalanan macet dan tranaportasi umum yang kurang terintegrasi dan konsisten di Jawa Barat, terutama yang menuju objek wisata, menjadi keluhan utama para wisatawan mancanegara. Karenanya, pemerintah harus konsisten menyelesaikan permasalahan transportasi tersebut, termasuk promosi, untuk mendongkrak aktivitas pariwisata di Jawa Barat. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved