Marketing Berpengaruh Terhadap Perkembangan Perusahaan
MarkPlus Inc bekerjasama dengan Pegadaian menggelar The 5th Pegadaian Indonesia Marketeers Festival 2017 (IMF 2017) di Trans Hotel
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Ferri Amiril Mukminin
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - MarkPlus Inc bekerjasama dengan Pegadaian menggelar The 5th Pegadaian Indonesia Marketeers Festival 2017 (IMF 2017) di Trans Hotel, Kamis (20/4). IMF 2017 merupakan festival marketing yang menghadirkan para jawara pemasaran lokal untuk berbagi strategi jitu dalam meningkatkan sales dan memaksimalkan fungsi promosi di setiap kota di Indonesia.
Pakar marketing dunia sekaligus Founder & Chairman MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya, kembali hadir dalam rangkaian kegiatan IMF tahun ini. Secara nasional, IMF sendiri diselenggarakan di 17 kota besar di Indonesia.
Hermawan mengatakan bahwa memberikan pemahaman mengenai cara menjadi tenaga penjual yang baik sangat perlu dilakukan. Sebab, menurut dia, sebagai tumpuan perusahaan, tenaga penjual diberikan target yang sangat tinggi sehingga mereka akan melakukan berbagai cara untuk mencapainya. "Berbagai cara yang mereka lakukan seringkali tidak etis dan dapat membawa risiko besar pada reputasi perusahaan," kata Hermawan di sela acara yang bertemakan WOW To WIN: Cara Jitu Sales & Promotion.
Hermawan juga berbagi pengetahuan mengenai cara-cara dalam meningkatkan performa tenaga penjual supaya lebih WOW. Cara tersebut, dia rangkum ke dalam 7T yaitu: Territory, Targeting, Tactic, Tangible, Technology, Team & Trust.
"IMF ini membahas secara detail mengenai sales, tempat orang sales saling bertemu dan membangun network, serta sarana untuk menunjukan kompetensi melalui penghargaan Sales and Promotion of The Year. Oleh sebab itu IMF juga kami sebut sebagai pestanya orang sales," katanya.
Dalam IMF ini, sejumlah BUMN turut hadir memberikan pengalaman mereka setelah bergabung dengan MarkPlus yang didirikan Hermawan Kartajaya. Menurut Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah X Bandung, Yudi Sadono, sebelum bergabung dengan MarkPlus, PT Pegadaian terkesan kaku dan sangat kecil menganggarkan cost pada bidang marketing.
"Dulu ibaratnya kami bemain di radio yang masih mono. Kami melihat Marketing itu sebagai bidang yang membutuhkan cost besar. Namun kemudian kami berupaya merubah mindset dan melirik marketing sebagai jalan untuk "menyuarakan" Pegadaian, apa itu pegadaian, apa saja programnya. Jadi kami mulai "bermain" di radio FM yang stereo dan memandang marketing ini sebagai modal untuk meyuarakan dan memperkenalkan kepada masyarakat," katanya.
Peran marketing yang sangat besar ini pun dibeberkan oleh Garuda Indonesia. BUMN yang masuk 10 besar penerbangan dunia ini mengakui bahwa melalui peran marketing, Garuda Indonesia menjadi perusahaan penerbangan yang disegani di Asia bahkan dunia.
"Tidak heran jika kemudian Garuda menjadi perusahaan BUMN kelas dunia seperti sekarang," ujarnya. (set)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/marketing_20170420_202804.jpg)