1.000 Pohon Bambu Asal Meksiko Ditanam di Hulu Cikapundung

Sebanyak 1.000 pohon bambu asal Meksiko ditanam di hulu Sungai Cikapundung di kawasan Dago

1.000 Pohon Bambu Asal Meksiko Ditanam di Hulu Cikapundung
tribunjabar/syarif abdusalam
Sebanyak 1.000 pohon bambu asal Meksiko ditanam di hulu Sungai Cikapundung di kawasan Dago dalam kegiatan yang diselenggarakan Perbanas, OJK, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa barat, dan sejumlah bank di Jawa Barat, Sabtu (15/4). 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sebanyak 1.000 pohon bambu asal Meksiko ditanam di hulu Sungai Cikapundung di kawasan Dago dalam kegiatan yang diselenggarakan Perbanas, OJK, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa barat, dan sejumlah bank di Jawa Barat, Sabtu (15/4/2017).

Ketua Perbanas Jawa Barat Rudy Kurniawan mengatakan penanaman 1.000 pohon bambu ini untuk menjaga kelestarian alam di hulu Sungai Cikapundung. Selain untuk mencegah erosi dan menjaga daerah resapan air, dalam jangka panjang penanaman bambu ini untuk memajukan ekonomi masyarakat melalui industri kerajinan berbahan bambu.

"Inisiasinya dari teman-teman semua, apa yang bisa kita lakukan untuk Bandung. Kemudian tercetus bagaimana kalau penanaman pohon. Selain untuk suplai oksigen, juga untuk mencegah erosi," kata Rudy seusai kegiatan yang diselenggarakan di kawasan Dago Tea House tersebut.

Jenis bambu yang ditanam di hulu sungai ini, katanya, berbeda dengan jenis bambu yang ada di Indonesia. Untuk pertama kalinya, kata Rudy, bambu asal Meksiko di tanam di Jawa Barat. Bambu ini tidak memiliki rongga kosong pada batangnya, sehingga sangat padat dan kuat laiknya kayu yang bernilai ekonomi lebih tinggi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, mengatakan bambu sangat tepat ditanam di hulu sungai karena memiliki kemampuan menjernihkan air, selain menyimpan cadangan air dengan jumlah sangat banyak. Hal tersebut terbukti dengan semakin jernihnya air dari hulu sungai yang bermuara di Citarum tersebut.

"Penghijauan harus dilakukan, jangan sampai hanya eksploitasinya. Penanaman ini harus berkelanjutan, bukan sebatas seremoni. Dan sekarang hulu Sungai Cikapundung sudah mulai bening," kata Iwa.

Penanaman bambu, katanya, dapat berdampak pada peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat. Bambu yang sudah dipanen setelah berusia dua tahun, ucapnya, dapat segera dimanfaatkan untuk pembuatan kerajinan berbahan bambu.

"Bambu ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Jepang saja sampai butuh bambu ke kita, tetapi kita tidak bisa memenuhi. Kita lebih mengedepankan masyarakat dulu," kata Iwa.

Iwa memastikan penanaman bambu oleh Perbanas di hulu sungai ini telah mencapai 1.000 pohon. Sebelumnya, 900 pohon telah ditanam sampai Jumat (14/4), kemudian sisanya dalam kegiatan seremoni penanaman pohon bersama keesokan harinya.

Ketua OJK Regional II Jawa Barat, Sarwono, mengatakan sangat mengapresiasi Perbanas yang peduli terhadap lingkungan hidup, terutama yang kini menjadi salah satu sorotan, yakni menjaga kelestarian mata air dan konservasi hulu sungai.

"Jadi tidak melulu memikirkan bisnis, tapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, di antaranya sumber daya alam. Ada banjir dan longsor, sehingga membutuhkan perhatian sejumlah pihak, termasuk perbankan," katanya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah perwakilan bank di Jawa Barat, dengan melakukan jalan santai dari Dago Tea House ke kawasan hulu Sungai Citarum. Ratusan peserta ini kemudian melakukkan penanaman pohon di kawasan tersebut. (sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ferri Amiril Mukminin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved